...

I am strong, because I am weak...
I am beautiful, because I know my flaws...
I am a lover, because I have been afraid...
I am wise, because I have been foolish...
And I can laugh, because I’ve known sadness...
Feeds RSS
Feeds RSS
Tampilkan postingan dengan label dono-kasino-INTRO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dono-kasino-INTRO. Tampilkan semua postingan

11 Des 2011

My 25th - A Preface For My 2012

Tulisan buat menjawab pertanyaan Si Meong :-)

Saya harus nulis apa nih? Hahaha. Bingung. Request-nya kan nulis pengalaman melewati umur 25. Well, ga banyak yang bisa dijadiin contoh yang baik sih ya. Hehe. Tapi ada satu hal penting saya kasih tau, bahwa kita masih muda kawan. Masih boleh bikin kesalahan. Some mistakes are not to be proud of, but most of them are to be taken as priceless lesson. Pembelajaran menuju kematangan diri. *jiaaahhh! sok bijak..* 

Transition
Mari kita mulai cerita dengan kilas balik resolusi saya tahun lalu yang saya tuliskan dalam blog ini juga. Dalam tulisan itu saya pernah bilang, bahwa saya mendapat pekerjaan baru dan karenannya untuk pertama kali akan merantau (walaupun ga jauh-jauh amat, cuma two hours drive). Saya juga bilang bahwa saya akan mengejar cinta lama saya: Si Dia yang seringkali bisa ditemui sedang berada di atas sepeda dan di belakang lensa. Seseorang dengan kepribadian kuat, yang dulu sering saya pandangi dari balik bahunya, untuk tahu apa sebenarnya isi dalam benaknya: semua semangat, ide gila, dan ketulusannya menyambut masa depan. All of his life cause. All of his purpose.
Jadi, gimana dengan kerjaan saya? Well, It's been great. Butuh banyak adaptasi, tapi trade off-nya sepadan. I get to learn a lot, travel a lot, and earn a lot! :-P
And about that boy, did I get the chance to tell him how I felt? Mmm.. The answer is: NO! Hahahaha.
Ceritanya waktu itu tekad saya sudah bulat untuk bertemu. Tapi masalah geografis memisahkan kami. Singkatnya, dia di Pasar Minggu dan pulang ke Bogor kalau weekend, sementara saya di Kebayoran Baru dan pulang ke Bandung tiap weekend. Tapi saya dan dia, tidak sama sekali kehilangan komunikasi. Kami masih suka bertemu di jendela instant messenger (jiyaahahahah, basi!). Dari obrolan kami, saya dapati bahwa dia semakin keren saja. Gendutan, seperti yang pernah saya bayangkan dulu saat berkhayal menjadi istrinya (hahaiy!), tapi tetap good looking. Putih, merona, bersinar (macam iklan P*nds, hahaha). 
Awal saya di Jakarta dia masi single and available. Dua bulan kemudian dia mengirim sebuah buket bunga pada seorang perempuan, dan memintanya untuk menjadi istrinya. Maka, perjuangan saya berakhir sudah. Sedihkah? Ternyata tidak juga. Rasa yang dulu saya maknai sebagai cinta, sudah bertransformasi menjadi respect dan kekaguman. 
Dia juga sering menasehati dan mengajari saya banyak hal, salah satunya yang paling saya ingat adalah: "Rin, don't trust a man under 30." (Hahaha, Abang. Did you forget that you're 27 yourself? :-P )

In and Out of Love at 25
Untungnya kehidupan percintaan saya di umur 25 ga garing sama sekali. Waktu itu saya memutuskan untuk berhenti melawan sensasi gila, irasional, yang saya rasakan saat bertemu dengan seorang bocah bermata sendu (yes! you know who it is). Ketika itu saya memutuskan untuk melakukan sesuatu yang ga saya banget, seperti go with the flow
Dengan dia saya belajar banyak. Dia mengubah saya yang kurang sensitif menjadi orang yang lebih sabar dan care. Dengan dia, saya juga jadi lebih banyak inspirasi untuk menulis. Dia memberi saya sepasang tangan untuk digenggam, bahu untuk disandari, juga saran tulus yang kadang saya kurang paham maksudnya--tapi sampai ke hati saya sebagai penyemangat yang luar biasa.
Namun seiring dengan waktu, sering muncul keraguan dan keresahan yang berimbas pada saya yang menjadi galau. Dan kalau saya sedang galau, korbannya dia juga. Korbannya kami berdua. Kami jadi semacam saling menyakiti, sesuatu yang jauh dari keinginan kami sendiri. Saya lalu mencari tahu, apa yang salah sebenarnya.
Dia adalah seorang laki-laki yang suatu hari ingin beristrikan seorang perempuan yang sesuatu banget (semacam wanita karier tangguh, seperti women of power). Sementara saya juga ingin menjadi sesuatu di masa depan. Karena itu, kami klik.
Dia adalah seorang bocah yang merindukan rumah. Sementara saya punya sebuah rumah yang hangat dan seorang ibu hebat yang selalu merindukan anak-anaknya. Had only he khows my mom a bit closer, things would have been great.
Pada akhirnya, saya memutuskan untuk berhenti dan berpikir ulang tentang kami. Dari perenungan itu saya dapati bahwa dia bukan untuk saya yang sekarang, dan saya juga bukan orang yang tepat untuk dia yang sekarang. Saat ini saya butuh seseorang yang firm: seseorang yang bisa saya pegang (bukan sekedar buat diraba-raba, hahahahaha), saat saya sedang bertekad untuk maju menanjak full-throttle menuju cita-cita saya seperti sekarang ini. Dan saya rasa, dia butuh seseorang yang selalu stand by menemani dia mencari jati diri. Seseorang yang memiliki banyak waktu untuk bersama, yang tidak bisa saya berikan saat ini. (I'm kinda busy Abang, I know you understand. I see your doing okay right now. Hope you'll find your passion soon. And as I always say to you: please, be a great man in the future). 

I Met Great Companion at 25
Kalau ada masalah yang bisa bikin galau pikiran seorang Kebo, masalah itu pasti percintaan. Hahaha. To confess, sebenarnya saya sama sekali ga baik-baik saja waktu bilang "putus." Saya sendirian, dan saya sangat takut. Untungnya sendiriannya ga lama. Hehe.
Eits! Jangan pikir saya cepat dapat "pacar" baru. Saya ga se-laku itu. Hahahahaha.
So to speak, saya dipertemukan dengan dua orang sahabat baru. Yang ini bisa dikategorikan obat galau nomor wahid ;-) Dua orang lelaki hebat dengan dua kepribadian yang berbeda, dan satu persamaan nyata: dua-duanya GOMBAL!!!! Hahahaha.
Lelaki yang satu adalah seseorang yang bisa bikin saya ketawa sampai guling-guling. Dia juga bisa mengisi kerinduan saya terhadap sosok kakak laki-laki yang protektif, tegas, dan agak galak. Dia bisa tiba-tiba menarik saya dari keramaian ke pos satpam, marah-marahin saya waktu saya lagi labil, dan dengan seenak-udelnya ngatain saya 'bego' saat saya memang lagi ga rasional dan hilang fokus supaya saya back-on-track. Dia seorang pekerja keras yang menyokong keluarganya setelah bapaknya pergi duluan dipanggil Sang Maha Pencipta. Tanpa disadari, dia sudah menjadi salah satu dari beberapa laki-laki yang diam-diam suka saya pandangi dari balik bahunya. Saya baru menyadari ini ketika suatu hari dia berkomentar: "Rin, lu ngapain sih suka jalan di belakang gue? Liatin pantat gue ya? Dasar bokep!" Yang lalu saya timpali sekenanya: "Iya, Bang. Pantat Abang sexy, bohay!"
Lelaki kedua, saya ga akan cerita banyak. Dia seorang pencinta buku. Dengan dia, saya bisa mengalami perasaan 'suka' tanpa cemburu yang membutakan, emosi berlebih, atau kekecewaan saat dia ga bisa menepati janji. Saya damai. 
Dari kedua orang ini saya akan belajar. Dari semangatnya, dari kematangan karakternya, serta dari cara mereka memaknai hidup yang bukan sekedar melewati waktu, tapi perjalanan untuk mencapai sebuah tujuan. Seperti yang Albert Einstein pernah bilang:
"If you want a happy life, tie it into a goal, not to people or things."

New Deep* for 26
So what's next? Tahun depan saya akan mulai ikut-ikut banyak tes untuk beasiswa. Saya juga mau nyari 'teman' yang bisa diajak masak-masakan Indonesia di sebuah apartemen kecil di NL sana. Teman solat Ied di KBRI kalau kami ternyata ga bisa pulang saat hari raya. The image of me and him, selesai solat Ied: saya sungkem ke dia. Lalu kami makan ketupat bareng, hasil masakan kami sendiri, di apartemen kecil kami ...di NL ;-)
Ahay! What a dream...

Dear Meong
Ini ceritaku, mana ceritamu? (Hahaha, jadi iklan mie instan deh). Sebagai akhir cerita, saya kutipkan salah satu kalimat favorit saya dari Sartre:
"Pilihlah! Yaitu: ciptakan!"
Karena hidup adalah pilihan, dan setiap pilihan ada penderitaannya masing-masing.  Pilihlah dengan berani. Lalu ciptakan kebahagiaan dengan pilihan-pilihan yang kamu buat itu.
Sumpah ya booooo! Gue sayang banget sama elu, and so I'll be there whenever you need me (insyaallah). Walaupun cuma bisa ngasih pinjem sepasang telinga, dengan mata dan jari-jari yang ga fokus karena lagi BBM-an. Hahahahaha. I know you hate me for my disability of multitasking. Maap yak!
Segala sesuatu yang benar datangnya dari Allah SWT, dan yang salah datangnya dari... Dorce Show! Show!! Show!!! Shooooooow!!!
Billahi taufiq wal hidayah, wassalamu alaikum warahmatullah.
***

*New Deep adalah judul lagu milik John Mayer dari album Heavier Things, yang insyaallah jadi soundtrack saya tahun depan. (Footnote ga penting! Hahahaha)

7 Feb 2011

Akhirnyaaaa.....

Kebo...mau bales postingan kamu yang sudah beraneka perasaan ketika kamu mengalami "masa idah", masa transisi, dan sekarang menjalani babak baru dalam kehidupan kamu.

Tahun lalu ketika kamu desperate dengan pekerjaan kita, kamu mengambil berbagai langkah supaya bisa keluar dari tempat ini. Saat itu meong masih gamang, haduh gimana ni kalau kebo pergi, meong ga ada temen. Namun tahun lalu berbagai pintu yang coba kau lalui belum bisa terbuka, sehingga masih menempatkanmu ditempat yang sama. Percaya dengan takdir yang baik kan, dalam berbagai waktu meong selalu dianugrahkan takdir yang indah oleh Tuhan, diberkahi dengan kehadiran orang-orang baik disekitar meong. Meong tidak akan pernah lupa pertama kali disapa Kebo, terimakasih buat papa mama kebo yang sudah begitu baik mendidik dan membesarkan kebo, sehingga menjadi kebo sekarang ini, kebo yang selalu mempunyai sisi lain yang berbeda dengan meong, yang membuat meong sepertinya menjadi lebih baik ( ga mau pede mengklasifikasikan diri sendiri menjadi orang yang mengalami kemajuan). Kebo yang selalu punya jawab atas berbagai pertanyaan meong, kebo yang ada menjadi partner diskusi berbagai isu hangat maupun basi di dunia ini, kebersamaan kebo dan meong yang begitu singkat ini semua melengkapi puzzle hidup meong. Berbagai pelajaran hidup kebo semasa kecil dengan orang tuanya melengkapi meong yang memiliki latar belakang kehidupan yang berbeda. it so amazing friend. (boleh lah lebay dikit). Anyway tahun ke dua ketika meong ingin mencoba masuk ke pintu yang dulu belum terbuka untuknya, saat itumeong sudah tidak merasakan perasaan yang dulu pernah meong rasakan, saat itu meong sudah siap kalau kebo masuk ke pintu lain itu. Ada banyak perbedaan dalam satu tahun itu dalam diri meong, meong sekarang sudah bisa berdiri seutuhnya dengan apa yang meong miliki saat ini. Dulu meong sangat benci dengan perpisahan, kesendirian dan hal semacamnya. Tahun pertama disaat kebo mencoba berjalan ke pintu lain, meong berdoa buat yang terbaik untuk kebo, ditengah doa itu terselip rasa resah tentang diri meong sendiri, tapi pada tahun kedua kebo mencoba berjalan ke pintu lain itu, doa meong masih sama yang berbeda tidak ada perasaan resah yang terselip. Waktu itu iseng dalam hati, dengan enteng meong berujar, sepertinya tahun ini meong bisa masuk ke pintu itu. Tuhan memang sayang banget sama meong, Tuhan mempersiapkan segala sesuatu takdir yang indah buat Kebo dan Meong. Tuhan telah merencanakan ini 25 tahun silam. Kebo masuk ke pintu itu, meong tersenyum senang atas kebo yang berhasil, meong senang atas diri nya sekarang ini begitupun juga dengan kebo. Terimakasih Tuhan...

Buat kebo terimakasih karena telah mampir di lembaran kehidupan meong, bersama-sama kita menajadi partner in crime, terimasih telah menjadi kebo yang seperti itu. Gumawo, gamsahabnida, Arigato, Merci, grasias, Xie Xie, Kamsya, Terimakasih, Thank you, dank u, grazie.

26 Des 2010

meong call kebo

Kebo…headphone meong ilang pasca renovasi kantor..meong g bisa dengerin music, jadinya dengerin obrolan sana-sini, bĂȘte.
Meong mau curhat ni,

Menurut kebo definisi sabar itu apa? Orang yang sabar itu yang kayak gimana?
Kalau orang sabar itu pernah gak menghela nafas sekedar melepas bebam yang menghimpit?
Terimakasih kebo, apapun jawaban kamu itu bisa jadi tambahan wacana meong. Ok ok see you latter.

9 Des 2010

Ini Sudah Desember Kawan

Preface Si Kebo di Bulan Desember

Selalu ada yang bernyanyi dan berelegi
Dibalik awan hitam
Smoga ada yang menerangi sisi gelap ini,
Menanti..
Seperti pelangi setia menunggu hujan reda

Aku selalu suka sehabis hujan dibulan desember,
Di bulan desember

Sampai nanti ketika hujan tak lagi
Meneteskan duka meretas luka
Sampai hujan memulihkan luka

(Desember, Efek Rumah Kaca)


Tanpa terasa sudah bulan Desember lagi. Penghujung tahun. Bulannya orang-orang bikin resolusi yang, insyaAllah, tidak akan dilaksanakan tahun depan. :)) Hahahahaha. Jadi teringat lagunya Jamie Cullum, 'Next Year Baby', yang isinya resolusi taun depan yang dia yakini juga tidak akan dia wujudkan. Satu hal yang pasti, yang harus dia wujudkan, katanya dalam lagu itu, "I'm gonna say to you, what I feel all of this year". Pertanyaan lanjutannya adalah, apakah saya akan mengambil lagu ini sebagai inspirasi tahun depan dan berusaha mengungkapkan perasaan saya pada orang yang saya sukai selama bertahun-tahun kebelakang. Entahlah. Rasanya sulit. Sampai sekarang saja, sulit sekali jika ingin sekedar mencari bahan pembicaraan. Walaupun selama ini respon si dia baik-baik saja. Waduh, saya jadi curcol. Hihi.

Bulan ini bagi saya juga merupakan bulan peralihan. Sudah waktunya keluar dari zona nyaman perlindungan keluarga. Aneh rasanya, untuk sementara saya istirahat bekerja dulu untuk nanti menyongsong pekerjaan baru. Beberapa bulan kedepan saya mungkin tidak akan menerima paycheck seperti yang saya biasa dapatkan setelah saya lulus kuliah. Ternyata selain harus jauh dari keluarga, saya juga harus merasakan bagaimana tidak enaknya kehilangan power untuk mengatur keuangan pribadi. Tidak bisa membayar cicilan mobil yang sudah disanggupi adik saya untuk beberapa bulan ke depan. Juga harus bergantung pada kiriman orang tua untuk membiayai kehidupan sehari-hari. Temporer memang. Tapi rasanya tetap tidak nyaman. Seperti rapuh. Tapi saya ingat kalau manusia memang akan diuji oleh sedikit ketakutan dan sedikit kelaparan. Hidup juga disebut sebagai 'hanya permainan', karenanya ijinkan saya bermain cantik ya Allah. :)

Ke depan, mungkin saya tidak akan sering mem-posting tulisan dari Bandung. Yah,walaupun sekarang juga, kalau nge-draft tulisan saya lakukan dimana saja kapan saja. Saat macet, lampu merah, di perjalanan ke luar kota, saat menunggu teman, bahkan saat rapat. Heu :P. Kalau dilihat-lihat, ternyata posting-an saya sudah cukup banyak. Soal mutu tulisan, Mmm, pikirin nanti deh. Namanya juga belajar. Saya juga ingin lihat. Suatu hari, ketika saya sudah lebih dewasa, apakah tulisan saya masih relevan? Jika tidak pun, mungkin bakal asik dijadikan bahan tertawaan. Hahaha.

9 Nov 2010

Hay Meong!



MENULISLAAAAHHHH...!!!
jangan sok sibuk kamuh!!!! :P


8 Okt 2010

Another Intro from Kebo

Setelah dilihat-lihat, dirasakan, dan diujicobakan ;p ternyata banyak juga yang numpang lewat baca blog kami. (Huaaa.. Ge-eR^^)
Tapi saya GR bukan tanpa alasan, soalnya suka ada aja yang nanyain "Kebo ga nulis lagi?" atau "Ini teh kisah nyata ya?" atau "Kok isinya cinta-cintaan mulu?" Walaupun kesemuanya itu ga ditujukan lewat media yang tepat berupa comment pada setiap post yang kami buat.
I'ts okay though. We appereciate it. We're happy that someone is reading our blog. Walaupun cuma nyasar atau terpaksa karena kami sendiri yang minta kalian buat baca. Hihi^^

Anyway, sementara ngeliatin list labels yang angkanya terus bertambah, saya ngerasa kasian sama label 'dono-kasino-INTRO' karena cuma label ini yang postingannya ga nambah-nambah. Heu :D

Tulisan ini kemudian dibuat untuk ngasih 'penjelasan' (atau apapunlah namanya itu, karena kata penjelasan juga kurang tepat) buat pertanyaan temen-temen yang sering kami denger. Mungkin nanti versi 'penjelasan' Si Meong bakal ada juga. Well, here goes:

(1)
Q: Kenapa bikin blog berdua? Kenapa ga sendiri-sendiri aja?
A: Karena terdapat perbedaan tingkat kerajinan antara Kebo dan Meong. Karena Kebo cenderung anget-anget chicken poop dan inkonsisten dalam semangat menulis, sedangkan Meong lebih menggebu-gebu dan konsisten dalam passion-nya sebagai penulis. Dengan begitu, kalau suatu hari nanti semangat nge-blog Kebo mengempis, blog ini ga akan kosong dan Kebo ga akan nyampah di dunia maya karena buat blog yang ga di-update selama berabad-abad. Intinya, this blog will be saved in the hand of Meong. Quaiting!

(2)
Q: Gimana cara bedain tulisan Kebo dan Meong?
A: Seperti udah ditulis di blog description di widget sebelah kiri, Kebo dan Meong adalah dua individu berbeda dengan gaya menulis yang berbeda juga. Cara mengetahuinya, bacalah semua posting yang ada. Hehe^^. Cara yang lebih gampang, tinggal liat label di bawah setiap posting. Punya Kebo ditulis nama Kebo, punya Meong ditulis nama Meong. Postingan Meong itu diantaranya berlabel 'a story of meong friends', 'a story of pieces of my heart', 'just an opinion of meong', dsb. Postingan Kebo diantaranya berlabel 'cerita si Kebo', 'catatan kecil Kebo', dsb.

(3)
Q: Blog-nya ababil banget. Isinya kok cinta-cintaan melulu?
A: Thanks for the critics. Ini jawaban saya secara pribadi ya, Meong mungkin punya jawaban lain. Kenapa isinya cinta-cintaan mulu? Well, karena emang baru segitu kemampuan saya menulis. Inspirasi yang dipunya didapat dari pengalaman cinta-cintaan di masa ababil dulu. Tapi tapi tapi tapi, saya juga sebenernya udah nulis pengalaman yang ga berkaitan sama masalah cinta-cintaan. Kemaren-kemaren postingannya masih ditaro di label 'catatan kecil Kebo' sih. Sekarang, biar lebih keliatan Kebo pisahin di bawah label 'cas cis cus Kebo serius'. Enjoy.
Untuk menjawab kritik membangun itu juga, saya ga bakal hanya menulis cerita cinta, tapi juga mencoba menceritakan kembali buku yang pernah dibaca, menuliskan lirik lagu yang sedang digemari, atau menceritakan kesan terhadap film yang pernah ditonton.

Nah, baru segitu yang bisa Kebo jawab. Lain kali kalau ngasih pertanyaan atau kritik langsung di comment aja ya. Ga maksa kok, tapi harus. Hehe^^ .

Intinya, setiap comment akan nambah semangat kami untuk nulis lebih banyak dan lebih baik lagi.

Regards.

23 Feb 2010

Preface by Kebo

Perkenankan saya juga memperkenalkan diri...

Saya temennya meong...

Berkeputusan untuk ngeblog nebeng karna saya memang orangnya pemalu dan suka menyesali tulisan blog saya yang sudah di-post-kan...
Maka dari itu... kalo penyakit lama saya kambuh dan mulai minder nge-blog... Setidaknya ada orang yg nerusin blog ini biar ga kosong sampe saya ga minder lagi...
Biar ga bikin2 account blog lagi dan "nyampah" di dunia maya dengan account2 ga aktif... hihi
(emang ada ya sampah beginian?? wakaranaii...^^)

Kebo, sebagaimana namanya adalah orang yang sangat suka tidur... Kalo abis lembur, bisa tidur seharian... kalo lagi tidur digangguin, bisa grumpy seharian...

Tentang karakter, mungkin bakal ketauan seiring dengan mulai2 bikin tulisan... Tapi biar ga kaget, saya kasih warning kalo sebenernya saya ini orangnya agak DANGDUT (dalam artian suka mellow dan lebay)...
*ga maksud mendiskreditkan aliran musik dangdut ya... ini cuma dimaksudkan biar siapa pun orang yang baca ga kaget aja
**tapi pikir2 lagi: emang bakal ada yang baca??
***jiwa minder mulai muncul kembali

Tentang hobby, udah dibilangin tadi saya sukanya tidur (dan makan bakso)...
Tentang musik, kebo sukanya KoC (untuk saat ini, cuma ini yg kepikiran karena bentar lagi kebo mo nonton show-nya di bandungku tercinta, so my mind is pretty occupied with them...^^)
Tentang aktor, saya suka Yamashita Tomohisa alias YamaPi dan Ju Ji Hoon (seperti di atas, cuma ini yg kepikiran... jadi ketauan deh kalo saya ga bisa mikir banyak-banyak...^^)

Segitu aja deh... dono-kasino-INTRO wrap!!!

Preface by Meong

Oi…perkenalkan, saia meong, temennya kebo, kami bukanlah siapa-siapa, hanya para buruh yang mencoba buat speak out, gak ada tendensi apa-apa hanya berbagi cerita, pengalaman, bukankah guru terbaik adalah pengalaman.

Meong adalah anak daerah yang mencoba sukses dan peruntungan di Ibukota yang katanya lebih kejam dari ibu tiri. Bukan modal nekad ya, meong gini-gini juga anak kuliahan loh, IPK nya juga gak jelek-jelek amat koq ya walaupun gak cumlaude sech, ya dia atas rata-rata lah. Meong si anak daerah yang bercita-cita ingin sukses dan membahagiakan orang tua dan keluarganya berkelana dari satu kota ke kota lain hanya untuk menjemput rizky (Rizky Hanggono, Rizky Aditya, siapa lagi ya…he…he…) yang telah disiapkan ma Allah buat meong…

Meong ketemu ma kebo di suatu kota yang indah, sejuk, kalau hujan serasa arum jeram, kalu weekend macet gara-gara banyak orang yang cuma mau ngerasain makan batagor, cilok, brownis, siomay dll.

Meong orangnya cerewet, bawel, suka marah-marah, protes sana protes sini, pemberontak, ga suka dikekang bla…bla…bla…koq daritadi yang jelek-jelek aja ya tentang meong, apa memang ga ada yg baik ya tentang meong…wkwkwkwk…yang pasti meong cinta keluarga, yang lain biar orang lain saja yang menilai gimana meong.

Meong hobby baca, nulis, makan, nonton, traveling. Musisi favorit meong si Miss Avril Lavigne, Amy lee nya Evanescence, Tantri nya Kotak, Ipang, Greenday, Simple plan, Phantom Planet, Blink 182 GnR, Dream Theater, Bon Jovi, Aerosmith semua yg rock n roll lah. Artis pavorit Orlando Bloom, Brad Pitt, Jude Law, Jhony Depp, Ikuta Toma, Anne Hethaway, Uma Thurman, Horikita Maki, sebenarnya banyak sech actors n actress tergantung film nya, kalau musisi tergantung melodi dan liriknya, gitu aja sech kalo meong menkategorikan favorit.