*klik cc for translation.
18 Sep 2011
14 Sep 2011
Instead of Saying Goodbye
Lagi suuuukaaaaaa banget sama lagu ini. Hahaha. I know, it's an 'old' song. Cuma lagi terngiang-ngiang aja: gimana lagu yang kedengeran dan dibawain dengan ceria sebenernya liriknya sedih. Terlebih kalau liat live performance-nya: there's nothing like seing a hot, good shaped stud, with a little sweat. Aw aw aw. Hahaha. That's it: I'm crazy!
Here's Rain everybody:
Here's Rain everybody:
Liriknya nih:
Annyeongiran Mal Daesin
- Bi Rain -
musun marul haryogo kurogo ini dodaeche musun marigirlae marul mothani
marul hamyon hokshi naega kuman, uroborilkabwa mothanun mariramyon
kuge sashiramyon kurae charari marul hajiman kuromyon
naega araso aradurul teni sarjjak usumyo doraso jurteni
*nega naui gyochul tona darun saramegero gandamyon
naegyoe inun gotboda darun saramui pumi johdamyon
onjerado johuni anyongiran mar daeshin jagun miso
hanaman jumyontwae
noui ku yeppun ipeso jortaero dutgi shirhun mari myot kae isso
jalga haengbokhae mianhae darun sarami saenggyosso ihaehae
kurae kuron mardurun jortae dutgi shirho kasumi nomu apa
durul suga opso norul nomu saranghanabwa ibyorun
ttwio nomgo shipnabwa.
ibyorjangmyoni opnun ibyorul hago shipo
ibyorui mardo nunmurlo nan nomu apo
ochapi nodo marul hagi shwipji anhulgogoh nado durumyon tto bunmyonghi urgogoh
bonamana niga tonanunde munjemanha kurigo tto kwichanha kuroni jebar tona
amumardo mara nan kwaenchanha kurohke usumyonso tona
*Repeat
nan niga nar tonargor ara kwaenchanha
annyongiran mar daeshin annyongiran mardaeshin
jagun miso hanaman jumyon twae
jagun miso hanaman jumyon twae
Lebih pedih kalau tau translationnya :))
Instead of Saying Goodbye
- Bi Rain-
Can all the words be like that?
Can't all the words in the world be said forever?
After saying that, maybe I'll cry
If I can't say it
If it is a fact
If, yes, the words do sound like that
Will you know that I know?
Will you turn away in tears?
* CHORUS *
When you leave me and turn to someone else
When you like being with someone else more than with me
Someday it'll be alright
Instead of saying goodbye
Smile a small smile for me
I hate having to listen to those words coming from your pretty lips
"I'm happy now, I'm sorry
Please understand that I'm with someone else.
"Yes, I hate listening to those unpleasant words
My soul can't have any more pain
I love you so much
It seems that I want to run away from the break up
Do you want to break up with me or not?
The words "Let's break up" make me cry
It's so hard on me
It's not easy to listen to those words
When I hear them I cry more
I'm sure when you leave I'll have more problems
And more annoying is that you leave
Whatever you say, it's okay
Smile like that and leave
* Repeat
I know the day will come when you leave me, that's okay
Instead of saying goodbye
Instead of saying goodbye
Smile a small smile for me
Smile a small smile for me
***
Versi WonderGirls-nya lebih imut dan dance-nya lebih keliatan:
Love it! :-*
13 Sep 2011
Tuan Nona Kesepian
Awal saya denger nama musisi bernama Tulus adalah dalam persiapan acara Seminar Nasional Green City di tempat kerja saya, sebagai salah satu usulan performer dalam acara tersebut. Mulai lah saya lihat videonya di Youtube. Ternyata emang keren banget. Tapi satu hal lain yang mengejutkan: saya merasa tersindir dengan liriknya. Hahaha. Well, considering that I am a lyrics person.
Here's the lyrics:
***
Yang warna lain itu tuh yang paling bikin kesindir! :-p Yaoloooh, help help...!
Here's the lyrics:
Tuan Nona Kesepian
(by Tulus)
Tuan kesepian
Tak punya teman
Hatinya rapuh
Tapi berlagak tangguh
Nona tak berkawan
Tak pernah rasakan cinta
Sungguh pandai berkhayal
Mimpi itu alamnya
Mereka berdua bertemu, di satu sudut taman kota
Bertatap tapi tak bicara, masing-masingnya menganalisa
Nona berkata
“Tuan apa yg salah padamu,
mengapa wajahmu ada seribu.
Tuan apa yg salah padamu
seakan dunia hanya Kamu Kamu Kamu”
Tuan berkata
“Nona apa yang salah padamu
apa enaknya tenggelam dalam khayal
Nona apa yang salah padamu
Kau tau ku tak punya hati, Kau masih saja menanti”
Mereka terlarut dalam ego
Hati tertutup untuk dengar kataku, “kataku” “kataku”
Berkata tapi tak berkaca
Semua orang hanya angin lalu
Nona jatuh cinta pada tuan
Tuan menunggu yang lain
Nona tak peduli walau Tuan
tak pernah peduli sekitarnya
***
Yang warna lain itu tuh yang paling bikin kesindir! :-p Yaoloooh, help help...!
10 Sep 2011
In To You
He's just not that in to you. So what?!
Satirical. Ini perasaan saya saat menulis. Walaupun tidak sepenuhnya relevan. Toh saya hanya akan menuliskan kesukaan saya pada seorang male vocal soloist yang beraliran akustik (bener ga nih ya? soalnya saya bukan pakar musik, hehe).
Adhitia Sofyan. Ga terlalu banyak yang saya tahu tentang musisi yang satu ini. Setahu saya, dia adalah seorang desainer grafis yang secara tidak sengaja tercebur ke dunia musik. Lalu, tanpa dinyana, mampu berenang indah di dunia itu. Harapan saya, dia tidak tenggelam dengan mudah. Karena saya sangat menikmati gitar dan vokalnya. Dua lagu pertama yang ia rilis adalah "Memilihmu" dan "In to You" dengan album berjudul "Quite Down." Album ini bagi saya sangat magical dari segi bagaimana saya tidak sengaja 'menemukannya' di toko CD di daerah Blok M (I'll keep the detail on my own, hehe). Personally, saya suka banget sama track yang berjudul "Number One" walaupun saya paling duluan hafal lirik "Adelaide" dan sekarang sering sekali tanpa sengaja menyenandungkan lirik "Blue Sky Collapsed." Intinya sih: saya suka semua track dalam album ini.
Berhubung "In to You" adalah salah satu track pertama yang dikenal luas, juga salah satu lagu yang saya suka banget, saya tuliskan liriknya disini. Cerita dari lagu ini adalah tentang menyukai seseorang, yang kita tidak yakin dengan orang itu. Ketika menaruh hati pada seseorang, saya seringkali tidak percaya pada hati sendiri. Karena indoktrinasi cinta itu buta, maka saya coba melihat orang yang saya sukai dari kacamata orang lain (teman/sahabat saya misalnya) untuk mendapat pandangan yang lebih objektif. Walaupun nantinya ketika si sahabat ini memberi penilaian "ga oke" atau "jangan sama dia deh," saya cenderung menerimanya dengan penyangkalan "enggak ah" atau "masa sih" yang lalu disimpulkan dengan "ah, gatau ah." Hahaha.
Nah, lagu ini kurang lebih bercerita tentang hal itu. Beberapa frasa yang saya suka dalam lirik lagu ini:
- "My friends they all been telling me that your not good. You broke a lot of heats and you don't even know."
- "The thought of you remains the biggest mystery. I was left unsure of all this thing would go. I guess I'll think about it when I walk with you."
Frasa yang pertama, saya suka karena serupa dengan orang yang diceritakan dalam lagu itu mirip dengan orang yang saya suka. The kind of person who broke hearts without even realizing it. Ga nyadar karena ga sensitif atau mungkin emang ga sadar potensi diri. Haha. Yes! I'm talking about you handsome. :-)
Frasa kedua, ga usah panjang-panjang dijelasin. They speak for themselves.
Well, here's the complete lyrics:
In To You
(Music & Lyrics by Adhitya Sofyan)
Early in the morning I was still in bed
You call me just in time when the sunlight comes
You said "How's your sleep? I didn't do too well.
Would you be a friend and take a walk with me?"
My friends they all been telling me that you're not good
You broke a lot of hearts and you don't even know
I refuse to believe any of that is true
But I'll hate it when they're right and tell me told you so
I don't want to be a victim of a broken heart
I don't want to put myself into another mess yeah
I don't want to be a fool and make a big mistake
I should've know better, but it's allright
Cause I'm in to you
Early in the morning I was still in bed
We've talked about an hour till my ears turns red
You said "It's getting late, I'm gonna have to go.
I'm getting ready so how 'bout that walk?"
My friends they all been telling me that you're not good
You broke a lot of hearts and then you ran away
I refuse to believe any of that is true
But I'll hate it when they're right and tell me told you so
You broke a lot of hearts and then you ran away
I refuse to believe any of that is true
But I'll hate it when they're right and tell me told you so
I don't want to be a victim of a broken heart
I don't want to put myself into another mess yeah
I don't want to be a fool and make a big mistake
I should've know better, but it's allright
Cause I'm in to you
I don't want to put myself into another mess yeah
I don't want to be a fool and make a big mistake
I should've know better, but it's allright
Cause I'm in to you
Early in the morning I was still in bed
The thought of you remains a the biggest mystery
I was left unsure of all this thing would go
I guess I'll think about it when I walk with you
***
Let's take a walk again someday. Only whenever you feel like it. :-)
Apa Kabar?
Dua kata berjuta makna.
Wah, sudah lama tidak menulis. Setidaknya saya merasa begitu. Malahan, ketika membuka blogger, tenyata interface-nya sudah sangat berubah. Terlihat lebih bersih dan moderen, tapi sulit digunakan. Mungkin karena belum terbiasa.
Sebelum memulai lagi menulis, saya ingin mengucapkan mohon maaf lahir dan batin bagi sahabat-sahabat yang suka dengan segala kerendahan hati membaca blog saya dan Meong. Semoga kami dimaafkan, jika sekiranya ada tulisan yang kurang sreg. Hehe.
Lebaran kali ini saya merasa berbeda. Padahal di awal saya sudah skeptis dan berfikir: lebaran begini-begini saja. Berkumpul, shalat ied bersama, berpelukan lalu menangis: kemudian besoknya akan kesal lagi, melakukan banyak kesalahan lagi, menyesal lagi. Ketika itu saya pun jadi berpikir: mungkin kali ini saya skip saja acara nagis-nangisannya, toh tiap tahun saya nangis. Ternyata tidak bisa: saya tetap menangis ketika dipeluk bapak, ibu, dan kedua adik saya yang sekarang sudah jadi pemuda. Lalu kenapa dirasa berbeda? Entahlah. Mungkin karena khotbah ied yang filosofis dan inspiring (mengingat kembali bahwa dulu khotbah ied juga yang membawa saya pada keputusan memakai kerudung). Mungkin juga karena setelah lebaran saya merasa mendapat awalan (start) baru. Tidak secara harafiah, tapi memang begitu terasanya. Biasanya moments of clarity saya dapatkan saat saya menginjak angka usia lebih tua (which is nanti, 1 bulan lagi). Tapi entah kenapa, feel-nya malah terasa saat ini. Selain merasa juga bahwa hidup ini bukan bergerak sebagai "time elapsed" tapi "time remaining." Haduh, ada apa dengan saya? Haha.
Satu lagi yang membuat berbeda. Tidak esensial tapinya: saya me-non-aktif-kan akun facebook saya. Mungkin teman-teman yang suka saya ganggu, dengan status atau link tidak penting yang saya posting ke dinding halaman itu, sudah menyadarinya. Hehe. Begitulah. Saya berpindah sepenuhnya ke kicauan burung (baca: twitter). Alasannya: karena saya adalah prbadi yang teramat sangat lemah. Saya tidak dapat menahan godaan untuk mengetahui kabar dari beberapa orang yang mencuri 'special interest' dari saya. Saya jadi selalu ingin tahu mereka (atau tepatnya: dia) sedang apa, terlihat seperti apa sekarang, kepada siapa dia menaruh hatinya, dan lain-lain--hingga saya berpikir: okay! I'm insane. It's time to move on and setting him free. YES! YOU'RE FREE! Walaupun pastinya dianya juga ga ngerasa apa-apa. Haha. Heboh sendiri.
Jadi teringat masa-masa ketika bertanya: "Apa kabar kamu?" memiliki arti sebenarnya: "Apa kamu sudah punya seseorang yang lain? Apa sudah bahagia dengannya?"
Mengutip puisi dari seseorang yang saya kagumi: "Aku suka kamu itu urusanku. Perkara kamu suka aku atau tidak itu urusanmu!" Aedah, dahsyat kan? Haha. Begitupun sekarang, rasanya dengan ini saya sudah (sedikit) menyelesaikan urusan saya. Rasanya ingin kembali ke kenyamanan masa lalu ketika jejaring sosial paling canggih adalah friendster. Tidak memaksa kita menjadi stalker. Masa-masa nyaman karena ketika kita ingin bertanya kabarnya. Ketika rindu. Kita menganggkat telepon, mendial nomornya lalu berbincang. Meski kikuk, dan jawaban untuk kata "hallo" hanyalah "hai." Meski setelah "hai" hanya hening, sambil sesekali "hmm" atau senandung kecil. Hmm, rindu. Rindu. Apa kabar kamu? :-)
8 Sep 2011
Pria Indonesia Populer di Mata Cewek Jepang
Sabtu di Jepang adalah hari libur (dari kerja), tetapi kita akan tetap menemui banyak pria berjas hilir mudik di Sapporo Station (station utama dan yang terletak di pusat kota). Jas adalah seragam orang kantoran. Artinya, walaupun libur, masih banyak orang Jepang, khususnya pria, yang lembur kerja. Bahkan pemandangan yang sama bisa kita jumpai pada hari Minggu. Di Sabtu dan Minggu, khususnya di musim panas, akan sering terlihat ibu dan anak berjalan-jalan, menikmati keindahan Taman Odori, Maruyama, atau taman2 lain. Ada yang hanya berjalan-jalan, duduk santai bahkan bermain dengan anak2.
aman Odori adalah taman kota sepanjang hampir 1,2 km yang terletak tepat di tengah kota. Di taman inilah, saat musim dingin, diadakan Snow Festival yang sangat terkenal itu. Maruyama adalah taman di pusat kota juga, tapi tidak tepat di jantung kota seperti Odori. Di tengahnya ada danau kecil tempat orang naik perahu dan di musim panas, taman itu pusatnya barang2 loakan (flea market). Di musim dingin taman itu dijadikan tempat cross country ski sederhana. Yang menarik adalah jarang sekali terlihat bapak2 yang menemani anak2nya bermain. Kalau pun ada satu dua, biasanya mereka masih mengenakan jas yang artinya baru pulang lembur. Pemandangan yang sama pun akan dijumpai di kereta bawah tanah dan mall. Sangat sedikit terlihat keluarga utuh, bapak, ibu dan anak berjalan bersama.Memang berbeda dengan kota-kota besar di Jepang, dimana nilai keluarga di Sapporo masih cukup tinggi. Menikah, memiliki anak dan hidup berkeluarga, masih merupakan bagian hidup yang dijalani sebagian besar penduduk Sapporo. Berbeda Ini hanya observasi pribadi dari pengalaman tinggal di Sapporo, kota dingin di utara Jepang, yang terkenal dengan Snow Festivalnya. Walaupun Sapporo menempati urutan kota terluas ketiga di Jepang, kota ini cukup jauh dari hiruk-pikuk metropolitan. Bersepeda sedikit saja keluar pusat kota, akan terasa keheningan pedesaan walau masih dipenuhi oleh apartemen2 khas Jepang yang didominasi bangunan kayu. Seorang teman Jepang pernah mengatakan bahwa di Sapporo jam berdetak lebih lambat dibandingkan Tokyo. Maksudnya, walau dengan etos kerja yang sama, orang Sapporo terlihat lebih santai dibandingkan dengan sesamanya di Tokyo. Namun demikian, tipikal orang Jepang yang ‘gila kerja’ juga terlihat dalam kehidupan keseharian di Sapporo.
Dengan apa yang pernah diamati dan diceritakan di Hiroshima, Kobe, Yokohama, dan beberapa kota2 besar lainnya. Di sana, sangat jarang melihat keluarga bermain di taman atau melihat ibu2 mendorong kereta bayi. Umumnya di taman2 mereka didominasi oleh remaja2 yang bermain dengan sesamanya.
Walaupun demikian, seperti halnya Jepang secara keseluruhan, pria lebih dominan dibandingkan dengan wanita. Dalam keluarga, perempuan bertanggung jawab semuanya, mulai dari mengurus suami dan rumah tangga. Tugas suami hanyalah bekerja mencari nafkah. Novel2 dan film2 Jepang, baik seting lama maupun baru pun secara tidak langsung menunjukan hal tersebut. Jika satu keluarga akan berpergian, maka sang istrilah yang menyiapkan semuanya. Bahkan, sampai menyiapkan dan memasukan semua barang ke dalam mobil pun di lakukan oleh istri. Suami tinggal masuk mobil dan menyetir. Yang sering terlihat di mall atau di taman pun sama. Suami tidak pernah direpotkan dengan urusan anak. Anak belepotan makanan, baju kotor, ganti topi, membersihkan muka, dan semua ‘tugas kecil’ dilakukan semuanya oleh istri. Tampaknya, bagaimana pria lebih superior dari wanita sudah terlihat sejak remaja. Lebih dari sekali terlihat, pasangan remaja, jika berpergian, maka yang membawa tas atau beban lebih banyak adalah yang wanitanya. Bahkan satu dua kali terlihat jika hanya ada satu sepeda, maka yang pria yang naik sepeda, sementara yang wanita jalan! Itulah budaya Jepang dan tampaknya tidak ada masalah dengannya. Ini terbukti, dengan budaya yang sudah ratusan tahun itu, Jepang tetap bertahan dan maju sampai seperti sekarang.
Tampaknya pandangan beberapa wanita Jepang tentang budaya itu sedikit berubah saat mengenal lebih dekat kehidupan warga Indonesia di sana. Di Sapporo, ada banyak orang2 Jepang, yang umumnya wanita, sering bergabung dengan acara2 mahasiwa dan keluarga Indonesia (banyak wanita karena yang pria lebih suka kerja dan mabuk). Mereka tentu mengamati hal2 sederhana yang ternyata terlihat luar biasa dengan budaya yang selama ini mereka jalani. Hal yang aneh untuk mereka melihat suami mencuci piring, atau suami membawa belanjaan di mall, atau suami yang menutup dan mengunci pintu saat sekeluarga berpergian, atau suami membantu mengganti baju anak di taman atau menyuapkan makanan kepada anaknya. Hal yang luar biasa juga untuk mereka melihat suami memasak dan menyiapkan makanan untuk istrinya, atau bermain dengan anak sementara istrinya duduk dan membaca. Mereka pun merasa heran jika melihat mahasiswanya selalu mengantarkan dan tidak membiarkan mahasiswi pulang sendirian malam2.
Jepang adalah salah satu negara teraman di dunia. Tidak ada kekhawatiran untuk pulang malam sendirian. Mereka lebih heran lagi jika tahu alasan mengantar tersebut bukan karena takut ada apa-apa di jalan, tapi karena menghargai mereka. Mereka juga akan terheran-heran jika ada yang rela memberikan sepedanya untuk dinaiki sementara yang punyanya berjalan. Pernah suatu kejadian, kita berjalan berlima, tiga pria (mhs Indonesia) dan dua wanita Jepang. Kita semua kebetulan membawa sepeda. Setengah mati kita memaksa dan juga meyakinkan mereka untuk memakai dua sepeda kita. Suatu hal yang sulit dengan bahasa yang pas-pasan dan perbedaan budaya bertolak belakang. Terus terang, saat itu kita menawarkan bukan karena to be gentle, tapi agar segera sampai ke tempat tujuan. Tapi tetap saja susah sehingga kita semua berjalan dan agak terlambat sampai. Di kejadian lain, dalam kasus seperti itu, akhirnya kita tidak lagi menawarkan sepeda tapi menyuruh dengan tegas, take this bike or we don’t go.Kebetulan, di dalam acara kumpul2 atau diskusi membahas sesuatu, hampir semua orang Indonesia, adalah orang2 yang mau mendengar dan menghargai pendapat orang lain. Di setiap diskusi mereka, orang2 Jepang, umumnya diam dan manut saja. Mungkin karena masalah bahasa dan juga merasa posisinya hanya sebagai penggembira dalam kelompok. Tapi kita tetap dan selalu minta pendapat mereka. Kita jelaskan dulu apa yang sedang kita bahas dalam bhs Jepang oleh teman yang bisa. Dan kemudian kita persilahkan mereka bicara dalam bahasa Jepang dan nanti akan diterjemahkan. Mereka mungkin tidak percaya betapa kita mau repot2 menjelaskan dalam bahasa mereka dan kemudian mendengar pendapat kelompok penggembira seperti mereka.
Dalam banyak hal, mereka melihat bahwa bangsa Indonesia memiliki budaya yang lebih baik dibanding dengan budaya mereka, khususnya dalam hubungan pria dan wanita. Dua dari tiga teman wanita Jepang jika ditanya apakah suka dengan pria Indonesia, maka mereka menjawab suka dan yang ketiganya bahkan ingin menikah dengan pria Indonesia. Sebagian besar teman2 Jepang yang sering bergabung adalah mereka yang berumur minimal di akhir 20an, dimana melihat lawan jenis sudah tidak dari tampan dan gagahnya tapi sudah lebih pada karakternya. Bukti betapa ‘lakunya’ pria Indonesia di Jepang, adalah setidaknya di lingkungan Sapporo saja sudah ditemui sekitar enam keluarga, dimana suaminya adalah orang Indonesia. Barangkali, kebetulan saja, orang2 Indonesia yang datang ke Jepang adalah orang2 pilihan.Tapi jika kita kenal lebih jauh dengan teman2 Jepang itu, kita akan tahu bahwa hampir semuanya sudah pernah ke Indonesia, khususnya Bali. Mereka sudah mengenal dan berinteraksi dengan pria Indonesia ‘langsung dari sumbernya’. Dan pendapat mereka tidak berubah bahwa pria Indonesia lebih menghargai wanita di bandingkan pria Jepang.
Hore...hidup cowok Indonesia, so buat temen-temen cowok yang masih jomblo, jangan kuatir kenalan lah ma cewek Jepang, jalan-jalan ke Jepang dijamin kalian laku keras bak kacang goreng...xixixixi...
credit -->asianfansclub.wordpress.com
aman Odori adalah taman kota sepanjang hampir 1,2 km yang terletak tepat di tengah kota. Di taman inilah, saat musim dingin, diadakan Snow Festival yang sangat terkenal itu. Maruyama adalah taman di pusat kota juga, tapi tidak tepat di jantung kota seperti Odori. Di tengahnya ada danau kecil tempat orang naik perahu dan di musim panas, taman itu pusatnya barang2 loakan (flea market). Di musim dingin taman itu dijadikan tempat cross country ski sederhana. Yang menarik adalah jarang sekali terlihat bapak2 yang menemani anak2nya bermain. Kalau pun ada satu dua, biasanya mereka masih mengenakan jas yang artinya baru pulang lembur. Pemandangan yang sama pun akan dijumpai di kereta bawah tanah dan mall. Sangat sedikit terlihat keluarga utuh, bapak, ibu dan anak berjalan bersama.Memang berbeda dengan kota-kota besar di Jepang, dimana nilai keluarga di Sapporo masih cukup tinggi. Menikah, memiliki anak dan hidup berkeluarga, masih merupakan bagian hidup yang dijalani sebagian besar penduduk Sapporo. Berbeda Ini hanya observasi pribadi dari pengalaman tinggal di Sapporo, kota dingin di utara Jepang, yang terkenal dengan Snow Festivalnya. Walaupun Sapporo menempati urutan kota terluas ketiga di Jepang, kota ini cukup jauh dari hiruk-pikuk metropolitan. Bersepeda sedikit saja keluar pusat kota, akan terasa keheningan pedesaan walau masih dipenuhi oleh apartemen2 khas Jepang yang didominasi bangunan kayu. Seorang teman Jepang pernah mengatakan bahwa di Sapporo jam berdetak lebih lambat dibandingkan Tokyo. Maksudnya, walau dengan etos kerja yang sama, orang Sapporo terlihat lebih santai dibandingkan dengan sesamanya di Tokyo. Namun demikian, tipikal orang Jepang yang ‘gila kerja’ juga terlihat dalam kehidupan keseharian di Sapporo.
Dengan apa yang pernah diamati dan diceritakan di Hiroshima, Kobe, Yokohama, dan beberapa kota2 besar lainnya. Di sana, sangat jarang melihat keluarga bermain di taman atau melihat ibu2 mendorong kereta bayi. Umumnya di taman2 mereka didominasi oleh remaja2 yang bermain dengan sesamanya.
Walaupun demikian, seperti halnya Jepang secara keseluruhan, pria lebih dominan dibandingkan dengan wanita. Dalam keluarga, perempuan bertanggung jawab semuanya, mulai dari mengurus suami dan rumah tangga. Tugas suami hanyalah bekerja mencari nafkah. Novel2 dan film2 Jepang, baik seting lama maupun baru pun secara tidak langsung menunjukan hal tersebut. Jika satu keluarga akan berpergian, maka sang istrilah yang menyiapkan semuanya. Bahkan, sampai menyiapkan dan memasukan semua barang ke dalam mobil pun di lakukan oleh istri. Suami tinggal masuk mobil dan menyetir. Yang sering terlihat di mall atau di taman pun sama. Suami tidak pernah direpotkan dengan urusan anak. Anak belepotan makanan, baju kotor, ganti topi, membersihkan muka, dan semua ‘tugas kecil’ dilakukan semuanya oleh istri. Tampaknya, bagaimana pria lebih superior dari wanita sudah terlihat sejak remaja. Lebih dari sekali terlihat, pasangan remaja, jika berpergian, maka yang membawa tas atau beban lebih banyak adalah yang wanitanya. Bahkan satu dua kali terlihat jika hanya ada satu sepeda, maka yang pria yang naik sepeda, sementara yang wanita jalan! Itulah budaya Jepang dan tampaknya tidak ada masalah dengannya. Ini terbukti, dengan budaya yang sudah ratusan tahun itu, Jepang tetap bertahan dan maju sampai seperti sekarang.
Tampaknya pandangan beberapa wanita Jepang tentang budaya itu sedikit berubah saat mengenal lebih dekat kehidupan warga Indonesia di sana. Di Sapporo, ada banyak orang2 Jepang, yang umumnya wanita, sering bergabung dengan acara2 mahasiwa dan keluarga Indonesia (banyak wanita karena yang pria lebih suka kerja dan mabuk). Mereka tentu mengamati hal2 sederhana yang ternyata terlihat luar biasa dengan budaya yang selama ini mereka jalani. Hal yang aneh untuk mereka melihat suami mencuci piring, atau suami membawa belanjaan di mall, atau suami yang menutup dan mengunci pintu saat sekeluarga berpergian, atau suami membantu mengganti baju anak di taman atau menyuapkan makanan kepada anaknya. Hal yang luar biasa juga untuk mereka melihat suami memasak dan menyiapkan makanan untuk istrinya, atau bermain dengan anak sementara istrinya duduk dan membaca. Mereka pun merasa heran jika melihat mahasiswanya selalu mengantarkan dan tidak membiarkan mahasiswi pulang sendirian malam2.
Jepang adalah salah satu negara teraman di dunia. Tidak ada kekhawatiran untuk pulang malam sendirian. Mereka lebih heran lagi jika tahu alasan mengantar tersebut bukan karena takut ada apa-apa di jalan, tapi karena menghargai mereka. Mereka juga akan terheran-heran jika ada yang rela memberikan sepedanya untuk dinaiki sementara yang punyanya berjalan. Pernah suatu kejadian, kita berjalan berlima, tiga pria (mhs Indonesia) dan dua wanita Jepang. Kita semua kebetulan membawa sepeda. Setengah mati kita memaksa dan juga meyakinkan mereka untuk memakai dua sepeda kita. Suatu hal yang sulit dengan bahasa yang pas-pasan dan perbedaan budaya bertolak belakang. Terus terang, saat itu kita menawarkan bukan karena to be gentle, tapi agar segera sampai ke tempat tujuan. Tapi tetap saja susah sehingga kita semua berjalan dan agak terlambat sampai. Di kejadian lain, dalam kasus seperti itu, akhirnya kita tidak lagi menawarkan sepeda tapi menyuruh dengan tegas, take this bike or we don’t go.Kebetulan, di dalam acara kumpul2 atau diskusi membahas sesuatu, hampir semua orang Indonesia, adalah orang2 yang mau mendengar dan menghargai pendapat orang lain. Di setiap diskusi mereka, orang2 Jepang, umumnya diam dan manut saja. Mungkin karena masalah bahasa dan juga merasa posisinya hanya sebagai penggembira dalam kelompok. Tapi kita tetap dan selalu minta pendapat mereka. Kita jelaskan dulu apa yang sedang kita bahas dalam bhs Jepang oleh teman yang bisa. Dan kemudian kita persilahkan mereka bicara dalam bahasa Jepang dan nanti akan diterjemahkan. Mereka mungkin tidak percaya betapa kita mau repot2 menjelaskan dalam bahasa mereka dan kemudian mendengar pendapat kelompok penggembira seperti mereka.
Dalam banyak hal, mereka melihat bahwa bangsa Indonesia memiliki budaya yang lebih baik dibanding dengan budaya mereka, khususnya dalam hubungan pria dan wanita. Dua dari tiga teman wanita Jepang jika ditanya apakah suka dengan pria Indonesia, maka mereka menjawab suka dan yang ketiganya bahkan ingin menikah dengan pria Indonesia. Sebagian besar teman2 Jepang yang sering bergabung adalah mereka yang berumur minimal di akhir 20an, dimana melihat lawan jenis sudah tidak dari tampan dan gagahnya tapi sudah lebih pada karakternya. Bukti betapa ‘lakunya’ pria Indonesia di Jepang, adalah setidaknya di lingkungan Sapporo saja sudah ditemui sekitar enam keluarga, dimana suaminya adalah orang Indonesia. Barangkali, kebetulan saja, orang2 Indonesia yang datang ke Jepang adalah orang2 pilihan.Tapi jika kita kenal lebih jauh dengan teman2 Jepang itu, kita akan tahu bahwa hampir semuanya sudah pernah ke Indonesia, khususnya Bali. Mereka sudah mengenal dan berinteraksi dengan pria Indonesia ‘langsung dari sumbernya’. Dan pendapat mereka tidak berubah bahwa pria Indonesia lebih menghargai wanita di bandingkan pria Jepang.
Hore...hidup cowok Indonesia, so buat temen-temen cowok yang masih jomblo, jangan kuatir kenalan lah ma cewek Jepang, jalan-jalan ke Jepang dijamin kalian laku keras bak kacang goreng...xixixixi...
credit -->asianfansclub.wordpress.com
4 Agu 2011
...tell me where it hurt...ouh mana yg sakit..ouch...cup cup
daripada dengerin lagu-lagu sedih kayak 'selamat tinggal' by Indra lesmana
Seringkali Bertanya Saat Bahagia Hadir
Akankah Ada Akhir
Akankah Tuk Slamanya
Seringkali Bertanya Adilkah Hidup Ini
Kala Sedih Melanda
eruntuhkan Rasa Di Jiwa
Reff#
Tak Mudah Untuk Di Hati
Tak Mudah Untuk Dihadapi
Saat Harus Mengucap Slamat Tinggal
Segala Tentang Cinta Buat Hati Terlena
Membawa Kedamaian
Menyejukkan Dunia
Segala Tentang Sesal Membuat Hati Kecewa
Membawa Air Mata
Meruntuhkan Rasa Di Jiwa
(back To Reff#)
Kadang Ingin Jauh Berlari..o..o..u..u
Bila Diri Bertemu Realita ...
mending dengerin lagunya MYMP 'tell me where it hurts' pura-pura nya bayangin kita yang lagi ngobrol ma kamu xixixi...
Why is that sad look in your eyes
Why are you crying
Tell me now, tell me now
Tell me, why you're feelin' this way
I hate to see you so down, oh baby
Is it your heart
Oh, that's breakin' all in pieces
Makin' you cry
Makin' you feel blue
Is there anything that I can do
Why don't you tell me where it hurts now, baby
And we'll do my best to make it better
Yes, we'll do my best to make those tears all go away
Just tell me where it hurts now, tell me
And we love you with a love so tender
Oh and if you let we stay
we'll love all of the hurt away
Where are all those tears coming from
Why are they falling
Somebody, somebody, somebody left your heart in the cold
You just need somebody to hold on, baby
Give our a chance to put back all the pieces
Take your broken heart
Make it just like new
There's so many things that we can do
Why don't you tell me where it hurts now, baby
And I'll do my best to make it better
Yes, I'll do my best to make those tears all go away
Just tell me where it hurts now, tell me
And we love you with a love so tender
Oh and if you let me stay
we'll love all of the hurt away
(Instrumental)
Oh I'm gonna take it all away, baby
Is it your heart
Oh, that's breakin' all in pieces
Makin' you cry
Makin' you feel blue
Is there anything that we can do
Why don't you tell me where it hurts now, baby
And we'll do my best to make it better
Yes, we'll do my best to make those tears all go away
Just tell me where it hurts now, tell me
And we love you with a love so tender
Oh and if you let me stay
we'll love all of the hurt away
Tell me, baby
Tell me, oh yea
Is there anything we can do, baby
Just tell me where it hurts now, tell me
And we love you with a love so tender
Oh and if you let me stay
we'll love all of the hurt away
teman jangan sedih lagi dunk, jelek tahu, senyum dunk...nah gitu dunk,..aduh gantengnya...sip, senyum kayak gitu terus smile ear to ear ya...
kalau pas patah hati ingat selalu bahwa sebentar lagi akan datang saat jatuh cinta lagi...
love you always kebo and meong....
Seringkali Bertanya Saat Bahagia Hadir
Akankah Ada Akhir
Akankah Tuk Slamanya
Seringkali Bertanya Adilkah Hidup Ini
Kala Sedih Melanda
eruntuhkan Rasa Di Jiwa
Reff#
Tak Mudah Untuk Di Hati
Tak Mudah Untuk Dihadapi
Saat Harus Mengucap Slamat Tinggal
Segala Tentang Cinta Buat Hati Terlena
Membawa Kedamaian
Menyejukkan Dunia
Segala Tentang Sesal Membuat Hati Kecewa
Membawa Air Mata
Meruntuhkan Rasa Di Jiwa
(back To Reff#)
Kadang Ingin Jauh Berlari..o..o..u..u
Bila Diri Bertemu Realita ...
mending dengerin lagunya MYMP 'tell me where it hurts' pura-pura nya bayangin kita yang lagi ngobrol ma kamu xixixi...
Why is that sad look in your eyes
Why are you crying
Tell me now, tell me now
Tell me, why you're feelin' this way
I hate to see you so down, oh baby
Is it your heart
Oh, that's breakin' all in pieces
Makin' you cry
Makin' you feel blue
Is there anything that I can do
Why don't you tell me where it hurts now, baby
And we'll do my best to make it better
Yes, we'll do my best to make those tears all go away
Just tell me where it hurts now, tell me
And we love you with a love so tender
Oh and if you let we stay
we'll love all of the hurt away
Where are all those tears coming from
Why are they falling
Somebody, somebody, somebody left your heart in the cold
You just need somebody to hold on, baby
Give our a chance to put back all the pieces
Take your broken heart
Make it just like new
There's so many things that we can do
Why don't you tell me where it hurts now, baby
And I'll do my best to make it better
Yes, I'll do my best to make those tears all go away
Just tell me where it hurts now, tell me
And we love you with a love so tender
Oh and if you let me stay
we'll love all of the hurt away
(Instrumental)
Oh I'm gonna take it all away, baby
Is it your heart
Oh, that's breakin' all in pieces
Makin' you cry
Makin' you feel blue
Is there anything that we can do
Why don't you tell me where it hurts now, baby
And we'll do my best to make it better
Yes, we'll do my best to make those tears all go away
Just tell me where it hurts now, tell me
And we love you with a love so tender
Oh and if you let me stay
we'll love all of the hurt away
Tell me, baby
Tell me, oh yea
Is there anything we can do, baby
Just tell me where it hurts now, tell me
And we love you with a love so tender
Oh and if you let me stay
we'll love all of the hurt away
teman jangan sedih lagi dunk, jelek tahu, senyum dunk...nah gitu dunk,..aduh gantengnya...sip, senyum kayak gitu terus smile ear to ear ya...
kalau pas patah hati ingat selalu bahwa sebentar lagi akan datang saat jatuh cinta lagi...
love you always kebo and meong....
Langganan:
Postingan (Atom)
