...

I am strong, because I am weak...
I am beautiful, because I know my flaws...
I am a lover, because I have been afraid...
I am wise, because I have been foolish...
And I can laugh, because I’ve known sadness...
Feeds RSS
Feeds RSS

8 Feb 2011

Skincare ala meong

Ungkapan kegembiraan meong!!!!

Saat ini meong sedang berbahagia dan mensyukuri wajah meong yang tanpa jerawat (yipiie…). Entah karena pas kulit meong lagi bersih-bersihnya, lagi masanya, masker tradisional “saripohatji” ala mojang parahyangan yang baru-baru ini meong pakai, sabun cuci muka acne-aid dan cleanser dari dokter kulit langganan meong di Semarang dr. Lewie Suryaatmadja, Sp.KK, atau day cream and night cream dari teman di negeri seberang, dan yang jelas bukan karena meong sedang tidak stress sekarang karena itu salah besar, saat ini meong lagi stress karena terserang kebosanan yang sangat amat akut. Anyway dampak dari berbagai perawaan yang meong pakai saat ini ialah wajah meong sudah tidak berjerawat lagi, but still a little bit oily. Sebenarnya meong sudah pernah meracik masker buatan sendiri yang berfungsi untuk mengatasi kulit yang berjerawat, masker yang terbuat dari mangga, susu, dan oatmel ini ampuh menyerap minyak berlebih di kulit wajah juga mengangkat sel kulit mati tentunya. Tapi masalahnya sampai sekarang meong belum mencobanya, soalnya masker racikan itu masih tersimpan rapi dalam lemari pendingin teman meong yang sekarang sedang pulang ke kampuangnya, dan kunci kamar yang mulanya meong pegang sampai postingan ini diterbitkan masih berada di tangan “begeng”. Sangat mustahil mengambil kunci dari begeng kalau tiba-tiba nongol Cuma buat minta kunci, apalagi begenglah yang lebih berhak menyimpan kunci itu daripada meong. Daripada capek ngurusin bengeng yang tak kunjung meminjamkan kunci, mending meong bahas tips and trik yang meong pelajari seputar perawatan kulit, cekidot ya…

Meong berbagi pengalaman tentang skincare

First meong mau berbagi pengalaman seputar masker tradisional saripohatji. Meong mengenal masker atau bedak dingin ini dari sebuah forum diskusi lifestyle yang dalam sebuah treat membahas produk skincare yang murah tapi bagus. Bedak dingin saripohatji ini berasal dari Ciamis Jawa Barat mulanya, perlu gak ni meong bahas sejarahnya, lumayan panjang sih, hehehehe, skip aja ya. Intinya bedak dingin saripohatji ini hand made, ini terlihat jelas pada butiran-butiran bedak dingin ini, soalnya bentuknya gak seragam, terbuat dari bahan alami, dibuat secara turun temurun. Mulanya meong berniat membeli bedak dingin ini lewat online shoping, kisaran harga di online shoping beragam, saat itu meong menganggap harga bedak dingin saripohatji yang dijual online ini murah yaitu kisaran 3000-5000 rupiah per bungkusnya, meong yang bisanya membeli bedak yang harganya diatas 10.000 paling engga, jadi untuk harga 3000-5000 itu termasuk murah apalagi untuk sekelas online shoping, segitu mah hachi, gak sebanding dengan ongkos kirimnya kalau Cuma beli satu. Setelah cari info sana sini akhirnya meong menghubungi penjual bedak dingin ini via sms, tapi saying ternyata stock dia habis. Saat itu meong hanya bisa bersabar untuk bisa mencoba bedak dingin itu. Pas suatu hari meong jalan-jalan ke toko kosmetik langganan meong di bilangan Pasteur Kota Bandung, iseng-iseng meong bertanya ke pramuniaga tentang bedak dingin saripohatji, mulanya pesimis mereka tahu, tak disangka dinyana ternyata dia tahu, tapi saying di toko itu tidak dijual bedak dingin itu, teth itu merekomendasikan untuk membeli bedak dingin itu disebuah toko kosmetik di pasar tradisional di daerah Sukajadi Bandung. Meluncurlah meong kesana sekalian pulang, ternyata meong mendapati bedak dingin saripohatji dijual dengan harga jauh lebih murah disbanding dengan harga yang dibandrol di online shop.

Bedak Dingin Saripohatji

Ni meong bagi dikit khasiat dari bedak dingin saripohatji beserta cara pemakaiannya.

Bedak dingin saripohatji Berfungsi untuk:

  • Menghaluskan kulit wajah yang kasar dan mengembalikan kekenyalan kulit sehingga terasa seperti bayi kembali dan awet muda
  • Menghilangkan segala jenis jerawat, baik jerawat batu, jerawat ringan, hingga jerawat meradang sekalipun
  • Mencerahkan dan memutihkan kulit wajah
  • Membuat wajah tampak segar
  • mengecilkan pori-pori wajah
  • Menghilangkan jerawat atau bruntusan dipunggung dan tubuh
  • Aman dan Tidak membuat Ketergantungan !!!!

MASKER SARIPOHACI Digunakan setiap malam sebelum tidur... Dicampur dengan air mawar secukupnya dan dioleskan ke seluruh wajah.. Ketika bangun, langsung bilas dengan air hangat... Atau bisa juga setelah dioleskan, tunggu hingga kering, dan diusap dengan tangan seperti memakai bedak.

Cara pemakainnya:

Ambil 4-5 Butir dan larutkan/campur dengan air mawar secukupnya sampai agak kental dan jangan terlalu cair. (kalau meong Cuma pakai 2-3 butir aja, soalnya pas nyoba pakai 4-5 butir terasa kencang banget pas nyaris kering). Dioleskan kewajah sampai merata dan didiamkan semalaman. Selama maskeran, poni diiket/dijepit keatas, jangan sampai kena muka. seprai juga rajin diganti ya, soalnya sprai/bantal yang kotor juga jadi penyebab jerawat. Masker dibilas setelah bangun tidur. Untuk penyembuhan jerawat, dipake setiap malam. Harus rajin n tratur ya pakenya biar cepet ilang jrawatnya. Supaya lebih cepet mulus, sama sekali jangan mengkonsumsi telur, ikan, makanan berminyak, n kurangi merokok. Iket rambut n pon biar muka gak kena rambut. Setelah bangun tidur jangan planik bila dari mata keluar kotoran. Itu adalah kotoran2 dari wajah dan seluruh tubuh yang menyumbat pori-pori. Setelah 3hari juga akan berkurang kotorannya dan menghilang. Karena masker SARIPOHACI berfungsi untuk mengeluarkan seluruh kotoran dari wajah dan tubuh.Bisa juga digunakan sebagai bedak biasa atau bedak dingin.

Masker Mangga+oatmeal buat oily skin

Kandungan betakaroten dan vitamin A pada mangga merupakan nutrisi yang baik untuk memperbaiki sel kulit dan dapat mencerahkan kulit yang kusam. Selain itu, mangga juga kaya akan vitamin E yang berperan untuk melembabkan kulit. Oatmeal berfungsi menyerap minyak berlebih pada kulit wajah.

Ingin mencoba perawatan kulit dengan mangga? Berikut cara pembuatan masker mangga

- Siapkan satu buah mangga, kupas dan singkirkan bijinya. Bagi dua dagingnya dan haluskan setengah dagingnya dalam blender, lalu taruh campuran tersebut dalam mangkuk.

- Tambahkan campuran mangga tersebut dengan dua sendok makan bubuk oatmeal dan dua sendok makan whipped cream. Jika tidak ada whipped cream, bisa menggantinya dengan setengah cangkir susu.

- Aduk bahan menjadi satu hingga berbentuk seperti pasta dengan butiran yang agak kasar. Dinginkan campuran tersebut selama 10 menit dalam kulkas sebelum mengaplikasikannya pada wajah dan leher.

- Balurkan campuran ke seluruh wajah dan leher. Diamkan selama 15 menit sampai 20 menit, lalu bilas wajah dan leher dengan air hangat.

Wajah bisa lebih bersih dan cerah jika rajin melakukan perawatan ini. Untuk hasil maksimal, gunakan masker mangga tiga kali dalam seminggu.


Something about Andromeda part III

Serendipity

November 2010, sebulan sebelum Fikri N Andromeda berulang tahun ke 26, disebuah kota yang sejuk ini Esha sedang menemani temannya menuju sebuah hotel tempat keluarganya menginap.

Sejak kepergian bintang Andromeda dari radar nya tidak membuat Esha terpuruk, walaupun keputusan pisah dengan bintangnya merupakan keslahan terbesar yang dibuatnya. Esha harus tetap bersinar seterang bintang Andromeda, melayakan dirinya menjadi jauh lebih baik untuk bisa menjadi pendamping bagi jiwa yang hebat seperti bintang Andromeda-nya. Berbagai pria sempat menghiasi buku jurnal percintaanya, namun tidak ada yang seterang Andromeda.

Saat ini Esha sedang intens dipdkt-in oleh sosok pria bernama Kenzo, teman dekat dari teman baru Esha di flat yang Esha sewa yang bernama I Dewa Ayu Ketut seorang Hindu, teledor, berasal dari Bali, baik bahkan terlalu baik sepertinya, sehingga sering dimanfaatkan oleh teman-temannya termasuk Kenzo ini.

Suatu pagi yang dinginnya menusuk tulang, Ketut terlambat bangun untuk ke salon sekaligus menjemput keluarganya di hotel yang sengaja datang dari Bali untuk melihat putri bungsunya diwisuda. Esha yang tidak tega melihat kepanikan dimuka ketut membantu jadi supir, ngebut dari flat menuju salon, hotel dan gedung wisuda yang letaknya saling berlawanan. Ketut ini memanglah biangnya telat gumam Esha kesal dalam hati karena harus memaksakan matanya terbuka lebar dibalik setir mobil. Saat menemani Ketut di salon dimanfaatkan Esha dengan ikut mematut diri didepan cermin, memasang softlense, bermake up natural untuk menyembunyikan kantung hitam yang didapatnya dari lembur kerjaan beberapa hari terakhir ini. Terimakasih kepada yang telah menciptakan concelar yang berhasil menyembunyikan mata panda ini.

Tidak terasa ya sudah bulan November lagi, belum sempat otakku merewind kejadian bulan lau, Ketut sudah berlari membawa sepatu high heelsnya ditangan kiri, sedang tangan kanannya mengangkat rok sambil meneriakiku untuk segera melunjur menjemput keluarganya. Ternyata Kenzo dan keluarganya menginap di hotel yang sama dengan keluarga Ketut, Kenzo merupakan teman sejak kecil ketut di Bali, Kenzo seorang muslim 25 tahun, cool, tinggi, hitam manis khas pria dari pulau dewata. Ketut berusia lebih muda 3 tahun dari Kenzo, nah koq, ternyata Kenzo mahasiswa telat skripsi, pindahan dari berbagai jurusan sebelumnya. Hmm dejavu, pikirku saat mengetahui latar belakang Kenzo ini. Orang tua Ketut dan Kenzo sudah seperti saudara, jadi gossip kedekatanku dengan Kenzo cepat menyebar di dua keluarga ini dengan Ketut sebagai wartawannya, thanks to Ketut, hah. Bukan bermaksud membandingkan Kenzo dengan Ryan, tapi selalu saja ada hal yang sama antara keduannya.

Belum berhenti dengan benar ni mobil, Ketut sudah melompat dengan setelan kebaya dan rok, sungguh tidak cocok banged sih kelakuan ma bajunya, dasar Ketut, memanglah. Selagi ketut menghampiri keluarganya di Lobi hotel, aku memarkirkan Mang Oyong, sebutan mobilku ini, mobil sejuta umat keluarga Indonesia. Setelah mencari tempat yang layak bagi Mang Oyong, aku menghampiri Ketut dan kelaurganya, sepersekian detik sepertinya tadi kumelihat sosok yang tidak asing bagiku, ah mungkin itu khayalanku saja karena memikirkannya menjelang hari ulang tahunnya. Setelah memastikan semua panel di mobil telah dinonaktifkan, aku berjalan menuju segerombolan orang yang berada di loby hotel. Sebenarnya otak ini sudah lelah untuk mengidentifikasi satu persatu orang yang secara bergantian diperkenalkan Ketut. Template wajah yang kupasang saat itu mata berbinar melankolis dengan bantuan soflense, senyum manis dengan bibir peachy basah dengan bantuan lipstick dan lipglos ajaib, namun otak ini sudah meronta kecapaian jadilah semua info hanya numpang lewat di otak.

Sosok indah bintang Andromeda bagai bagian dari tubuhku, saat Ryan berada di Jerman setiap hari apabila kubuka internet, baik situs jejaring social, selalu ku lihat halaman pribadi milik Ryan itu, sekedar melihat postingan status, upload foto, foto yang ditandai oleh teman-temannya, semua kulihat hampir disela sela waktuku setiap harinya. Seperti kalau kita kehilangan sebuah gigi, lidah kita pasti reflek mencoba meraba-raba posisi kosong gigi tersebut, bisa dibilang aku ini sedang terjangkit penyakit Andromeda kronis yang membutuhkan info darinya tiap detiknya. Mata, telinga ku ini sepertinya sudah reflek mengidentifikasi sosok Ryan, seperti hari ini, ternyata benar yang kulihat dari dalam mobil itu, ternyata ada Ryan disana. Saat aku sedang sibuk berkenalan dengan keluarga Ketut dan Kenzo, Ryan sedang sibuk membidik dari lensa kameranya, hoby fotografi Ryan nampaknya mulai ditekuni selama di Jerman. Hal ini bisa kulihat dengan betapa asyiknya dia dengan kamera dan berbagai peralatannya.

“Sa, kenalin, ini temenku, Fikri namanya, dia ini teman satu klub fotografi di Bali dulu.”

Sebelum diperkenalkan denan Kenzo pun mataku masih terpaku memandang Ryan yang masih cuek dan hanya focus pada kameranya. Saking kesalnya bukan kalimat penyambutan dari aku, malah ini…

“Eh kamu Ryan, kapan datangnya dari Jerman, koq gak kasih kabar sih kalau mau pulang…”

“Sa, koq kamu tahu nama tengah Fikri, kamu dah kenal lama ya…??”

Sambil terus menatap Ryan dengan mata penuh antusias kujawab pertanyaan Kenzo tanpa menatapnya “iya Ken, kami kan satu kampung halman, satu almamater juga, dia ini senior aku dikampus dulu”

“ouw…memang ya dunia ini benar-benar sempit”

Kuhampiri Ryan sambil menepuk punggungnya untuk mau berbicara sambil menatapku.

“ih Ryan jahat sih, dari tadi ngobrol ga liat mukaku, emang mukaku seram…?”

“Siapa bilang aku dari tadi gak lihat wajahmu, justru dari sejak kamu datang, aku selalu menatapmu dibalik lensa kamera ini,”

“mana lihat, jadi dari tadi kamu motret aku?”

“iya, habisnya kamu tambah cantik aja sih,senyumnya itu apalagi, beuh, maut”

“hahahaha…basi ih Yan”

“Jadi siapa pria malang itu yang sekarang jadi penjaga hatimu Sa..?”

“Ih gitu banget sih ma aku Yan”

Obrolan ringan seperti itu menimbulkan perasaan aneh yang menjalar ditubuhku, seperti ada kupu-kupu di dalam perutku, seperti melihat pesta kembang api paling indah.

Karena menghormati forum awal ini tadi, akhirnya kami membatasi sesi melepas rindu ini. Akhirnya kami berangkat menuju gedung tempat wisuda Ketut dan Kenzo.

To be continued….