...

I am strong, because I am weak...
I am beautiful, because I know my flaws...
I am a lover, because I have been afraid...
I am wise, because I have been foolish...
And I can laugh, because I’ve known sadness...
Feeds RSS
Feeds RSS

7 Feb 2011

The Music Legend The Beatles

Selamat atas postingan kebo dan meong yang ke 100. Congratulation, chugha haeyo, Omedetōgozaimasu, complimenti....

Kalau direview lagi semua postingan kebo dan meong ini, kebanyakan isinya curcol, cerita fiksi, postingan favorit yang menurut meong tidak bosan membacanya berulang kali. Iseng-iseng suatu hari meong nge cek ratting blog ini, whua ternyata masih sedikit sekali variasi pembacanya. Saat itu meong berujar ingin sekali membuat postingan yang akan menjadi baris pertama dalam pencarian google pada keyword tertentu pastinya. Meong banget gito loh, selalu semangat diawal, ide yang briliant, tapi tiba-tiba mengendur ditengahnya. Susah sekali memusatkan pada satu tujuan, so many plan that ever i organized, jadilah berbagai ide di otak selalu terpatri di jurnal saja. Tahun ini meong harus bisa lebih disiplin dengan diri meong sendiri. Anyway kali ini meong akan berusaha menulis postingan (walupun dibantu dengan om google mencari berbagai sumber, masih bisa dibilang menulis gak ya, soalnya seperti terlihat comot sana comot sini source).

Entah angin apa yang berhembus membawa pikiran meong menuju suatu bahasan legenda music di dunia ini. Awalnya melihat gambar di akhir tayangan drama korea “Your beautiful” sambil berfikir mengerutkan dahi lalu berkata “sepertinya pernah liat foto seperti ini, tapi dimana ya, foto siapa ya”. Foto itu begitu legendaries jadi sangat mungkin banyak orang mengadopsi sesuai versi mereka. Sebuah foto yang meong rasa seperti cover album. Setiap orang yang dating ke lokasi foto itu dibuat pasti menyempatkan untuk berpose ala mereka. Inget gak ini foto siapa


Yup bener banget ini adalah cover album keduabelas The Beatles yang judulnya Abey Road. Walaupun pas album ini dirilis meong belum lahir bahkan dibuahi sekalipun (hahahaha). Album kesebelas ini diluncurkan pada april 1969. Sebenarnya ini adalah album kesebelas yang direkam secara resmi The Beatles tapi karena satu dan lain hal akhirnya menjadi album keduabelas sekaligus menjadi album yang direkam terakhir group legendaries ini sebelum memutuskan untuk bubar. Namun, Let it Be merupakan album terakhir yang dirilis oleh grup ini sebelum pembubarannya pada tahun 1970. Abbey Road dirilis pada 26 September 1969 di Britania Raya dan 1 Oktober 1969 di Amerika Serikat. Majalah Rolling Stone mendaftarkan album ini sebagai album terbaik ke-14 sepanjang masa. Itulah kenapa cover album ini jadi memorable. Meong really like The Beatles, mungkin karena ada factor x didalam otak yang bekerja seperti kalau kita kecanduan narkotika, hehehehe. Ketertarikan music meong dipengaruhi oleh berbagai factor, dari lingkungan keluarga jelas banget The Beatles itu group favorit papa mama meong. Daripada bahas tentang selera music meong yang ga ada benang merahnya mending kita bahas The Beatle dari awal banget, dari awal John Lennon dilahirkan, whua terlalu awal banget sepertinya kalau bahas dari sini.

The Beatles adalah salah satu grup musik rock populer sekaligus paling berpengaruh di era modern. Beranggotakan John Lennon, Paul McCartney, George Harrison, dan Ringo Starr, kebanyakan lagu mereka ditulis oleh Lennon dan McCartney. Popularitas mereka sedemikian tingginya di Britania Raya sehingga di tahun 1963 pers menelurkan istilah "Beatlemania". Mereka juga kemudian meraih sukses di Amerika Serikat dan seluruh dunia.

Awal mula The Beatles terbentuk

1957-1960 : The Quarrymen dan The Silver Beetles

John Lennon memulai The Quarrymen di tahun 1957. Quarrymen adalah sebuah band skiffle (band dengan menggunakan alat-alat rumah tangga, yang saat itu sedang tren di Liverpool) yang beranggotakan Lennon dan teman-temannya di Quarry Bank Grammar School. Di tanggal 6 Juli 1957, Quarrymen tampil pada sebuah acara gereja di Gereja St. John, Woolton. Di acara inilah Lennon pertama kali bertemu dengan Paul McCartney, yang saat itu menonton penampilan Quarrymen. McCartney sangat kagum akan penampilan band tersebut, dan lalu menghampiri Quarrymen di belakang panggung, ditemani temannya Ivan Vaughan yang juga teman Lennon.

Tak lama kemudian, McCartney bergabung dengan Quarrymen. Lennon dan McCartney menjadi sangat dekat, dan sering terlihat bersama. Keduanya terlibat dalam rasa 'senasib' karena keduanya kehilangan ibu mereka di masa mudanya. McCartney juga kehilangan ibunya karena kanker, saat usianya 15 tahun. Lennon dan McCartney mulai menulis lagu bersama maupun sendiri-sendiri. Salah satu lagu yang dihasilkan pada masa-masa ini adalah 'Hello Little Girl' yang kemudian menjadi hits oleh The Fourmost di tahun 60an.

Kemudian, McCartney memperkenalkan temannya, George Harrison, yang setahun lebih muda daripadanya kepada Lennon. Harrison yang piawai bermain gitar pun berkeinginan bergabung dengan Quarrymen. Lennon, yang pada awalnya keberatan karena Harrison dinilai terlalu muda, akhirnya pun setuju setelah dibujuk McCartney. Bergabungnya Harrison disusul oleh Stuart Sutcliffe, sahabat Lennon di Sekolah Seni, yang menjadi basis. Sutcliffe sebenarnya tidak dapat bermain bas, namun Lennon bersikeras untuk mengajaknya ikut dengan Quarrymen.

Quarrymen pertama kali merekam suara mereka dalam lagu "That'll be the Day", lagu Buddy Holly, dan "In Spite of All The Danger", sebuah instrumental karangan McCartney dan Harrison. Kedua lagu ini, bersama lagu-lagu yang belum dirilis sebelumnya, kemudian dirilis secara resmi di tahun 1994, lewat album Anthology.

1960-1970: Pergantian formasi selalu mengiringi perjalanan karier sebuah band besar

Quarrymen dalam perjalanannya beberapa kali mengganti nama, dan personel-personelnya datang dan pergi. Band itu kemudian bernama 'The Beatles', nama yang konon ditemukan oleh Lennon. Allan Williams menjadi manajer mereka, dan pada tahun 1960 ia berhasil memperoleh kontrak dengan sebuah klab di Hamburg. Band ini pun kemudian pergi ke Hamburg, beranggotakan John Lennon, Paul McCartney, George Harrison, Stuart Sutcliffe, dan Pete Best. Best adalah drummer mereka saat itu. Di Hamburg, The Beatles tampil setiap malam di klab malam yang kotor, dan tinggal bagai pengamen di penginapan kecil di dekatnya. Namun kemudian mereka dideportasi dari Hamburg, karena George Harrison masih di bawah umur untuk bekerja di sana.

Sekembalinya ke Liverpool, mereka tampil di Cavern Club. Di klab inilah The Beatles menjadi sangat terkenal di Liverpool, setiap show mereka selalu ramai dan panjang antriannya. Namun tak lama kemudian, di paruh akhir tahun 1961, The Beatles kembali ke Hamburg dan merekam 'My Bonnie' bersama Tony Sheridan. Stuart Sutcliffe memilih untuk tetap di Hamburg bersama pacarnya, Astrid Kircherr, ketika The Beatles akan pulang ke Liverpool. Maka McCartney mengambil alih bass. Beberapa bulan kemudian, Sutcliffe wafat di Hamburg karena gangguan otak.

The Beatles kembali tampil secara rutin di Cavern Club. Di klab ini, pada bulan November 1961, untuk pertama kalinya Brian Epstein menyaksikan penampilan band ini. Epstein adalah pemilik toko musik NEMS di Liverpool, yang mengenal The Beatles karena seorang pelanggannya menanyakan rekaman 'My Bonnie' yang direkam band ini bersama Tony Sheridan. Epstein terpesona melihat penampilan The Beatles, dan kemudian menjadi manajer band ini. Epstein menawarkan tape demo The Beatles ke studio-studio rekaman, dan berulang kali ditolak, seperti di Decca Records.

Akhirnya The Beatles diterima di Parlophone Records, label yang ada di bawah pengawasan EMI, dengan produsernya George Martin. Syarat yang diberikan Martin adalah mengganti drummer mereka, Best, yang dianggap kurang berkompeten. Best kemudian diganti oleh Ringo Starr (nama aslinya Richard Starkey), drummer asal Liverpool yang sebelumnay bergabung dengan Rory Storm & the Hurricanes. The Beatles meluncurkan singel 'Love Me Do' yang langsung mencapai nomor 17 di tangga lagu Inggris. Singel mereka yang kedua, 'Please Please Me', menjadi singel pertama mereka yang mencapai peringkat teratas di tangga lagu.

Kesuksesan ini terus berlanjut. Nyaris semua singel mereka mencapai peringkat teratas di tangga lagu Inggris, namun 'I Wanna Hold Your Hand' di tahun 1964 adalah singel pertama yang berhasil menembus industri musik Amerika Serikat, sekaligus mengawali apa yang disebut sebagai 'British Invasion'. Sejak saat inilah musik The Beatles tersebar ke seluruh dunia, meraih sukses di mana-mana, terkenal di setiap penjuru. Konser mereka selalu dipadati fans yang sangat fanatik, yang mengejar-ngejar band ini ke mana pun mereka pergi. Teriakan fans membuat The Beatles bahkan tidak dapat mendengarkan suara mereka sendiri di atas panggung.

Di tahun 1966, akhirnya The Beatles memutuskan untuk berhenti mengadakan konser. Selain karena begitu ributnya penonton sehingga musik mereka menjadi tidak terdengar jelas, musik The Beatles juga telah menjadi amat berkembang sehingga tidak dapat dimainkan secara langsung dengan teknologi pertunjukan live di masa itu. Keputusan ini ditanggapi secara luas di dunia, yang menyangsikan kelanjutan band ini. Namun The Beatles menjawabnya dengan album Sgt. Pepper's Lonely Hearts Club Band di tahun 1967, yang hingga kini masih diakui banyak kalangan sebagai salah satu album terbaik sepanjang masa.

Setelah kematian san manajer Epstein di tahun 1967, Lennon adalah orang yang tidak senang akan tindakan McCartney yang mengambil alih kepemimpinan band itu. Ia membenci proyek-proyek yang dipimpin McCartney, seperti film Magical Mystery Tour dan Let It Be. Lennon juga menjadi orang yang pertama kali melanggar kesepakatan awal The Beatles, yaitu untuk tidak membawa istri dan pacar pada proses rekaman, dengan membawa Yoko Ono dalam proses pembuatan album White Album di tahun 1968. Lennon juga orang yang pertama menyatakan ingin keluar dari The Beatles.

Setelah band ini bubar di tahun 1970, perseteruan antara Lennon dan McCartney terus berlanjut. Salah satunya adalah Lennon kesal karena McCartney mendahuluinya dalam menyatakan bubarnya The Beatles. Lennon, Harrison dan Starr juga melawan McCartney di pengadilan dalam membubarkan band ini.


To be continued.....

Kembali Pada Isu Percintaan

Posting Kebo Meong yang ke-100

Sebenarnya saya agak bingung mau kasih judul apa tulisan ini. Jangankan memikirkan judul, tentang apa yang akan saya tuliskan pun saya masih bingung. Tapi melihat bahwa posting terakhir dari Si Meong adalah posting ke-99, saya mendadak bersemangat. Baiklah, saya akan mulai meracau. Topiknya agak basi, karena saya juga sekarang sedang tidak in a relationship dengan siapapun. Tapi (lagi-lagi tapi) isu ini adalah satu isu yang tiba-tiba nyempil ditengah kesibukan saya menjalani pekerjaan baru yang pada kenyataannya masih berada pada tahap orientasi dan adaptasi.

Selama ini saya percaya, bahwa saya bukan orang yang bisa membagi fokus pada apapun. Ketika terfokus pada pekerjaan, saya akan kesulitan jika dihadapkan pada "urusan yang sifatnya pribadi." Memang katanya perempuan adalah mahluk yang sangat pandai membagi fokus, bahasa lainnya multitasking, oleh karenanya teman-teman saya seringkali mempertanyakan "keperempuanan" saya. Haha. Begitu pun dengan masalah percintaan. Seumur-umur, walau nampak menebar pesona, sebenarnya laki-laki (selain bapak dan adik-adik saya) yang punya tempat spesial di hati saya hanya ada dua. Keduanya saya temui di bangku kuliah. Yang satu, sudah saya relakan karena memang tidak mungkin walaupun dia adalah (ehm!) cinta pertama saya. Yang kedua adalah orang yang saya kagumi dan sangat inginkan sebagai suami, dan hingga akhir tahun lalu masih saya usahakan untuk "menjaga silaturahmi" dengan dia. Haha. You're free to interpret it!

Tapi lama kelamaan, yang kedua juga meragukan. Jangan-jangan dia yang saya sukai itu bukan yang ada di benak saya selama ini. Saking lamanya suka sama dia, rasanya sukar membedakan antara dia versi yang sebenarnya (asli) dengan dia yang ada dalam bayangan saya (imaji). Sementara berpikir tentang cinta kedua saya, satu lelaki lain hadir dengan mengatakan "I believe I can fall for you." Kalimat yang sebenarnya saya tidak pahami maksudnya. Karena jika diartikan secara harafiah ke dalam Bahasa Indonesia kira-kira maknanya adalah: "saya percaya bahwa saya bisa jatuh hati pada kamu," yang bisa diinterpretasikan seperti ini: "saya tidak jatuh hati pada kamu saat ini, tapi mungkin kamu bisa membuat saya jatuh hati." Dengan kata lain, saya bisa menginterpretasikan bahwa lelaki ini ingin saya 'berusaha' membuat dia jatuh hati. Apakah seperti itu? Entah.

Sementara itu ada juga ungkapan bahwa dalam setiap kata percaya ada kebohongan di dalamnya. There's a LIE in the middle of beLIEve. Jadi apa yang harus saya percayai?

Tidak ingin banyak berpikir karena saat ini bukan waktunya. Saya punya fokus lain yang dijalani. Tapi tidak, saya tidak merasa terganggu dengan isu ini. Sepertinya seiring dengan berjalannya waktu, saya jadi lebih kebal dengan distraksi.

Begitu saja racauan saya malam ini. Ya, Jakarta sudah malam. Sudah jam 11.
Selamat malam Jakarta. Mimpi indah.

Akhirnyaaaa.....

Kebo...mau bales postingan kamu yang sudah beraneka perasaan ketika kamu mengalami "masa idah", masa transisi, dan sekarang menjalani babak baru dalam kehidupan kamu.

Tahun lalu ketika kamu desperate dengan pekerjaan kita, kamu mengambil berbagai langkah supaya bisa keluar dari tempat ini. Saat itu meong masih gamang, haduh gimana ni kalau kebo pergi, meong ga ada temen. Namun tahun lalu berbagai pintu yang coba kau lalui belum bisa terbuka, sehingga masih menempatkanmu ditempat yang sama. Percaya dengan takdir yang baik kan, dalam berbagai waktu meong selalu dianugrahkan takdir yang indah oleh Tuhan, diberkahi dengan kehadiran orang-orang baik disekitar meong. Meong tidak akan pernah lupa pertama kali disapa Kebo, terimakasih buat papa mama kebo yang sudah begitu baik mendidik dan membesarkan kebo, sehingga menjadi kebo sekarang ini, kebo yang selalu mempunyai sisi lain yang berbeda dengan meong, yang membuat meong sepertinya menjadi lebih baik ( ga mau pede mengklasifikasikan diri sendiri menjadi orang yang mengalami kemajuan). Kebo yang selalu punya jawab atas berbagai pertanyaan meong, kebo yang ada menjadi partner diskusi berbagai isu hangat maupun basi di dunia ini, kebersamaan kebo dan meong yang begitu singkat ini semua melengkapi puzzle hidup meong. Berbagai pelajaran hidup kebo semasa kecil dengan orang tuanya melengkapi meong yang memiliki latar belakang kehidupan yang berbeda. it so amazing friend. (boleh lah lebay dikit). Anyway tahun ke dua ketika meong ingin mencoba masuk ke pintu yang dulu belum terbuka untuknya, saat itumeong sudah tidak merasakan perasaan yang dulu pernah meong rasakan, saat itu meong sudah siap kalau kebo masuk ke pintu lain itu. Ada banyak perbedaan dalam satu tahun itu dalam diri meong, meong sekarang sudah bisa berdiri seutuhnya dengan apa yang meong miliki saat ini. Dulu meong sangat benci dengan perpisahan, kesendirian dan hal semacamnya. Tahun pertama disaat kebo mencoba berjalan ke pintu lain, meong berdoa buat yang terbaik untuk kebo, ditengah doa itu terselip rasa resah tentang diri meong sendiri, tapi pada tahun kedua kebo mencoba berjalan ke pintu lain itu, doa meong masih sama yang berbeda tidak ada perasaan resah yang terselip. Waktu itu iseng dalam hati, dengan enteng meong berujar, sepertinya tahun ini meong bisa masuk ke pintu itu. Tuhan memang sayang banget sama meong, Tuhan mempersiapkan segala sesuatu takdir yang indah buat Kebo dan Meong. Tuhan telah merencanakan ini 25 tahun silam. Kebo masuk ke pintu itu, meong tersenyum senang atas kebo yang berhasil, meong senang atas diri nya sekarang ini begitupun juga dengan kebo. Terimakasih Tuhan...

Buat kebo terimakasih karena telah mampir di lembaran kehidupan meong, bersama-sama kita menajadi partner in crime, terimasih telah menjadi kebo yang seperti itu. Gumawo, gamsahabnida, Arigato, Merci, grasias, Xie Xie, Kamsya, Terimakasih, Thank you, dank u, grazie.