...

I am strong, because I am weak...
I am beautiful, because I know my flaws...
I am a lover, because I have been afraid...
I am wise, because I have been foolish...
And I can laugh, because I’ve known sadness...
Feeds RSS
Feeds RSS

21 Okt 2010

Lost In Space

Lighthouse Family

Why I like this song:
Sebenernya agak ragu juga posting lirik lagu yang agak
mainstream. Tapi berhubung lagi connect banget sama mood, jadi pengen nge-share. Hehe. Lagu ini lagu lama. Karena memang saya lagi teringat orang lama. Inget kebodohan-kebodohan masa muda. Bagaimana kita melewatkan banyak kesempatan bagus karena sikap grasak-grusuk dan keras kepalanya kita waktu muda.

Teringat jaman awal kuliah. Kita masih muda dan bangga. Bisa diterima kuliah di perguruan tinggi negeri. Bisa keluar dari kewajiban pake baju putih abu-abu. Bisa keluar dari jadwal sekolah yang tetap dari hari ke hari. Bisa dapat uang jajan lebih karena kita sudah ga jajan tapi makan saat istirahat. Dan hal-hal kecil yang menurut kita besar saat itu. Silly times.

Teringat juga dengan kakak-kakak senior. Yang baik. Yang cakep. Yang care. Yang ternyata ada maunya. Hehe. Yang membantu kita melewati tahun pertama dengan indah. Yang membantu kita, mahasiswi baru, menjadi orang yang lebih percaya diri. Haha. Yang buat kita mikir, "
Ternyata gue lumayan juga, si Abang ini aja suka". Hahaha. Silly times.

Lalu seiring dengan berjalannya waktu. Kedewasaan yang bertambah. Kita melihat kakak-kakak kita ini bertumbuh menjadi laki-laki hebat. Yang mampu membuat keputusan. Yang berani keluar dari
comfort zone-nya untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Menjadi pribadi yang tegar, walaupun jauh dari keluarga, karena mereka tahu pasti apa yang mereka inginkan.

Don't you wish hard for this kind of man? I am wishing hard.^^

Here goes:

Sometimes I get tired of this me-first attitude
You are the one thing that keeps me smiling
That's why I'm always wishing hard for you

'Cause your light shines so bright
I don't feel no solitude
You are my first star at night
I'd be lost in space without you

And I'll never lose my faith in you
How will I ever get to heaven, if I do

Feels just so fine
When we touch the sky me and you
This is my idea of heaven
Why can't it always be so good?

But it's all right, I know you're out there
Doing what you've gotta do
You are my soul satellite
I'd be lost in space without you

And I'll never lose my faith in you
How will I ever get to heaven, if I do

And I'll never lose my faith in you
How will I ever get to heaven, if I do

And I'll never lose my faith in you
How will I ever get to heaven, if I do

And I'll never lose my faith in you
How will I ever get to heaven, if I do

And I'll never lose my faith in you
How will I ever get to heaven, if I do

12 Okt 2010

Telescope

Hollywood Nobody
Album: Everything Happens For A Reason
2010, ffwdrecords

Why I like this song:
Udah lama rasanya pengen nge-review Hollywood Nobody. Sejak ngeliat performance mereka di showcase-nya Kings of Convenience di Sabuga sekitar bulan Maret yang lalu. Kesan pertama "mmm, lumayan", tapi pas udah beli CD-nya kesannya berubah jadi "waaaa, baguuus^^!" Hehe. Tapi berhubung belum bisa nge-review sealbum, dan kayaknya saya ga punya kapabilitas untuk itu. Since, I'm more of a lyric person than a melody person. Jadi, saya pilih satu lagu yang liriknya paling catchy buat saya pribadi. (Heu, curhat colongan^^)
Telescope. Liriknya bitter-sweet. Tentang melepaskan seseorang yang kita sayangi. Sebuah tahap lanjutan setelah sebelumnya merasakan patah hati. Hehe. The lyrics can speak for themselves that they need no further explanation.


Here's the lyrics. Enjoy:


You've been alright without me all along
The fact that upsetting, yet a little bit relieving
Time is a mystery, space is a myth
Can't be sure where you're going
The darkness tells me nothing

We're walking on a different tracks
Heading to a different space and time
I can see you're doing ok,
Though I'll be using telescope
Capturing your moves
Deliver love you might not receive, not received

Though I'll be using telescope, I'll be using telescope


10 Okt 2010

Pasar Seni ITB 101010

Terjebak Macet, Mobil Tertabrak, Patah Hati, Lalu Melupakan Semuanya di Zona Plasa Widya^^

Banyak yang bilang kalau tanggal 10 bulan 10 ta
hun duaribu 10 adalah tanggal keramat. Nomor cantik. Banyak yang memutuskan untuk menikah hari ini. Termasuk teman kelas 1 SMA saya, Kirana. Congratz bro! Maaf ga bisa datang. Badan udah tepar duluan gara-gara datang ke Pasar Seni. But I'm wishing you a happy wedding and a blessed marriage.

Dampak dari banyaknya orang yang memutuskan untuk menikah di tanggal ini adalah (1) wedding organizer yang marema alias laku keras; (2) pejabat-pejabat KUA yang pusing melayani pendaftaran pernikahan; (3) tukang ojek laris manis dalam mengantar-antarkan Penghulu dari satu akad ke akad lainnya karena padatnya jadwal menikahkan. Kebayang aja kalau ada yang ijab-kabulnya jadi di-fast forward gara-gara Penghulunya punya appointment dengan jadwal yang mepet-mepet. Haha.

Tapi dampak yang paling kerasa adalah MACET-nya lalu lintas Bandung. Dari rumah saya yang berada di daerah Cigadung, untuk mencapai kampus ITB lokasi pasar seni, bisa ditempuh dengan 2 rute. Pertama, rute favorit saya waktu masih kuliah, yaitu lewat Pahlawan-Suci-Gasibu-Dago-Ganeca. Kedua, jalur biasa saya ngantor sekarang, lewat Cikutra Barat-Sadang Serang-Tubagus-Simpang-Dago-Ganeca.

Rute pertama jelas bukan pilihan, karena 10/10/10 jatuh pada hari Minggu. Which means, pasar kaget Gasibu. No way saya bisa lewat sana tanpa mengantri di tengah lautan manusia yang sedang menikmati belanja murah meriah. Rute kedua, oleh karenanya, adalah jalur terbaik yang bisa diambil. Tapi. Ternyata eh ternyata. Sama saja. Macet juga. Bukan karena ada pasar kaget. Tapi karena banyak kawinan. Mulai dari keluar gang rumah. Ada kawinan di Bale Sunda. Agak naik sedikit, kawinan di Sukaluyu yang tembus Suci (lupa namanya jalan apa^^). Agak naik sedikit lagi, kawinan di MUI Sadang Serang. Pfuiiih.

Penderitaan bertambah ketika lewat Simpang Dago. Jalan Dago bawah macet, jalan ke Sabuga macet, Dipatiukur pun macet. Pikir-pikir mau parkir dimana. Akhirnya memutuskan parkir daerah Imam Bonjol, Tengku Angkasa, atau sekitar Borromeus. Beuh, perjuangannya biar sampe Boro, buset dah! Pantat Si Mawar, Avanza hitamku tercinta, kena tabrak Honda Civic hitan yang tidak bertanggungjawab. Karena udah males ngurusinnya dan pengen cepet-cepet dapet parkir, saya ga perpanjang urusan.

Nyampe di Pasar Seni, sinyal HP nge-jammed. Untung masuk ke lokasi ga sendirian. Bisa autis. Entah kebetulan, entah karena keterikatan hati, saya bisa ketemu beberapa teman kuliah dulu. Asik. Ada Ania, Dimas, Beri, Arum, Eka, Susi, Devi. Belum lagi adik kelas. Teman-teman lain jurusan pun banyak. Bisa buat kenalan baru juga. Brondong. Anak elektro 2005. Hihi. Sayang, konferensi Geng Bebek batal gara-gara membernya ada yang kondangan, ada yang ngurus anak, ada yang jaga rumah takut roboh, ada yang banyak tugas kuliah, ada yang baru pergi dari jakarta jam 10, satunya lagi ada di Batam. Heu. Still, love you all.

Di pasar seni ngapain aja? Heu. Cuma muter-muter. Nyoba wahana, penuh semua. Bikin males. Satu-satunya wahana yang paling diperjuangkan adalah wahana Neraka. Udah lama ngantri, akhirnya karena capek kita nanya panitianya. Ada apa sih di wahana neraka? Eh, mereka cuma cengar-cengir. Nampak jelas menyembunyikan sesuatu. Hmm, fishy. Lama ngantri, berdesak-desakan, ditengah oksigen yang makin menipis dan panas terik, baru kami menyadari. BINGO! ini kali ya wahana neraka. Menunggu berlama-lama sambil kepanasan tanpa ada kepastian apa yang kita bisa dapatkan di dalam wahana itu juga tanpa kepastian mau jam berapa wahana itu dibuka. Bener-bener NERAKA. Haha. Kayak nunggu kepastian status pacaran. Jadi apa enggak. Diterima apa ditolak. Haha. Bener-bener neraka!

Akhirnya setelah terjadi kesepakatan bahwa kami sudah "menikmati" wahana neraka, kami lanjut ke Plasa Widya, ZONA MELUPAKAN. Akhirnya, sesuatu yang bisa kami nikmati. Duduk di rumput di bawah bayangan Gedung Fisika Teknik, bertemu kakak asisten yang sekarang sudah gemuk dan tidak keren lagi (haha^^ sorry Dik!),
sambil mendengarkan dentuman musik Krakatau featuring Candil yang keren dan jazzy abis. Lagunya "Panon Hideung", my all time favourite song! Lain kali akan saya posting liriknya. Hehe^^

Saking kerennya Mas Dwiki Dharmawan dkk. dan Kang Candil, ga berasa performance mereka berakhir. Ga disangka, penampilan selanjutnya adalah P Project! Kang Izur, Kang Denny, Kang Joe, dan Kang Daan. Idola kami sewaktu SD. Dulu keren. Sekarang sudah buncit dan beruban. Tapi tetep gokil. Mulai dari bawain lagu plesetan UB40 "alalalalong" sampai lagu fair play PSSI yang legend banget. Thanks to zona melupakan. Pasar
seni sekarang masih fun untuk diikuti.

Nih, ada fotonya. Kalau jelek, harap maklum. I'm not a big fan of photography. But I'm a fan of someone who loves photography. (yes, you! Mr. Inspiration. Kenapa tidak datang hey?! Kalau kamu datang aku pasti kabur. Haha!) ;p





9 Okt 2010

Jatuh Cinta Itu Biasa Saja

Song, Lyrics, and Performed by EFEK RUMAH KACA
Album EFEK RUMAH KACA
Paviliun Records, 2007

Why I like this song:
Lagu ini tuh the best love song ever. Emang ketika jatuh cinta kita cenderung membabi buta. Tapi lagu ini tuh mengingatkan kita bahwa cinta tidak harus buta. Lagu ini sekaligus juga berupa wish buat Kebo. Harapan jika suatu hari bisa menemukan seseorang yang dengan hanya duduk bersebelahan, tanpa sepatah katapun terucap, kita bisa saling mengerti. Ga perlu saling mengumbar kata maaf karena saling memahami untuk tidak saling menyakiti. Ga perlu saling cemburu karena saling menjaga kepercayaan dan saling mempercayai. Jatuh cinta menjadi biasa saja. Karena dilakukan sehari-hari. Semoga dapet ya, orang yang kayak gitu. Hehe^^ Amiiiiin.



Here's the lyrics:

Kita berdua hanya berpegang tangan
Tak perlu berpelukan
Kita berdua hanya saling bercerita tak perlu memuji

Kita berdua tak pernah ucapkan maaf tapi saling mengerti
Kita berdua tak hanya menjalani cinta tapi menghidupi

Ketika rindu mengebu2 kita menunggu
Jatuh cinta itu biasa saja

Kita berdua tak pernah ucapkan maaf tapi saling mengerti
Ketika rindu mengebu-gebu kita menunggu
Jatuh cinta itu biasa saja

Saat cemburu kan membelenggu cepat berlalu
Jatuh cinta itu biasa saja
Jatuh cinta itu biasa saja

Jika jatuh cinta itu buta
Berdua kita akan tersesat
Saling mencari di dalam gelap
Kedua mata kita gelap
Lalu hati kita gelap
Hati kita gelap
Lalu hati kita gelap

Obrolan Horror

Aku jadi penasaran seberapa horror dirimu.
Biasanya yang diam-diam itu lebih berbahaya.

Belom pernah seumur-umur saya nerima sms kayak gitu. Bukannya ga pernah ngobrolin tentang hal-hal 'horror', tapi hal ini rasanya kurang pantes kalo diobrolin antara cewek-cowok. By the way, buat yang belum ngeh tentang konteks 'horror' di sini, 'horror' bukan diartikan sebagai hal-hal yang berhubungan dengan mahluk-mahluk gaib, tapi sama-sama 'menyeramkan' bagi beberapa orang yang ga biasa dengan topik-topik ini. Konteks 'horror' disini berkaitan dengan hal-hal yang dianggap tabu. The hell! Horror disini artinya bokep, mesum, seks, dan istilah-istilah lainnya. You got the point now eh?

Sebagai seorang perempuan--yang menyukai hal-hal konvensional, yang lebih suka baca novel klasik seperti Little Women atau Pride and Prejudice dibanding novel metropop yang lebih modernized--obrolan horor buat saya menjadi sesuatu yang kalo di novel-novel tadi diistilahkan 'lack of propriety' alias kurang pantas. Nope, saya ga bilang hal seperti ini tabu untuk dibicarakan dan secara saklek membenci hal-hal seperti ini. Tapi perlu dipertimbangkan implikasi dari obrolan-obrolan semacam ini pada masing-masing lawan bicara.

Misalnya, ketika obrolan semacam ini dilakukan antara Ibu teman sekolah saya dengan anaknya dan temen anaknya (maksudnya saya sendiri^^). Si Ibu bilang sama kami gini "Siapa bilang malam pertama enak? Sakit tau!" atau "If you're lucky you might have a great sex. Orgasm that is." Apakah obrolan Si Ibu tadi tergolong horor? Atau ketika kita menemukan benda aneh terbungkus plastik berbentuk persegi dengan logo 'Keluarga Kecil Bahagia' di kamar orangtua kita, kemudian dengan penuh rasa ingin tahu kita nanya 'Bu, ini apaan?' lalu dijawab dengan santainya 'Oh, itu kondom'. Itu horor juga kan? Atau ketika teman kuliah kita (sesama perempuan) baru menikah dan bilang gini "Eh, Bo! Lo harus cepet-cepet nikah lo! Enak tau, bisa 'berpelukan' ;p" Horror juga kan?

Yes horror, but that's okay. Kenapa? Karena obrolannya dilakukan oleh sesama perempuan. Selain sebagai sex education, obrolan tadi ga bakal mengarah ke pikiran macem-macem antara pembicara dan lawan bicaranya.

Coba kalau obrolan tadi dilakukan antara perempuan dengan laki-laki. Misalnya saat jalan bareng seorang laki-laki dengan teman (biasa, bukan pacar) perempuan ngobrol soal jenis-jenis kondom, titik sensitif, atau gaya bercinta berdasarkan warna favorit, bukan dari pengalaman pribadi, melainkan dari artikel kosmopolitan yang mereka baca dan tertawakan bersama. Di awal mungkin ga ada perasaan risih, tapi ketika si cowok mancing dan si temen cewek menyambut dengan jawaban yang brilliant nan menunjukkan kalau cewek ini expert dalam 'kehorroran', siapa yang tau kalau di benak cowok lawan bicaranya (yang tadi mancing itu) ga berkelebat pikiran negatif tentang si cewek tadi.

Misalnya (dalam hati nih ya), "Buset ni cewek expert banget, jangan-jangan udah ga virgin!" atau "Waduh, kayaknya pengalaman pribadi nih. Pacarannya dulu berarti parah banget!" Padahal si cewek sebenernya masih polos dan tau ini itu tentang hal-hal horror dari baca, denger, atau nonton film. Is it a crime to watch Gossip Girls or Beverly Hills 90210 karena bisa ngasih kita hint tentang gimana kissing yang baik dan benar? Apa kita jadi ga virgin lagi ketika udah nonton Sex and the City?

Kesimpulannya, I'm not againts talking about that kind of stuff. Dengan catatan, dengan siapa kita berbicara, untuk keperluan apa, dan kapan kita ngobrolnya, momen serius atau bercanda. Dan ga perlu overreaction juga. Kayak pengalaman yang pernah saya alami waktu lagi booming video Ariel-Luna-Cut Tari, ada yang ngirim file video ini ke komputer saya. I hate it. I don't want to see it. And I hate how the public overreact it. Waktu itu yang terlintas di pikiran saya cuma pesen Ibu waktu kami nonton berita tentang keprihatinan menjangkitnya pornografi di kalangan anak sekolah. Waktu itu saya juga masih anak sekolah. Katanya "Ga perlu bereaksi berlebihan. Ga perlu ingin tau lebih dini. Toh nanti juga pasti ngalamin. Seks itu proses natural yang dialami semua mahluk hidup untuk survival. " It can make you happy but it's not as grand and definitely not everything.

So girls, don't be a female chauvinist:
I have lots of brothers, so I know. Bad girls is very tempting, but good girls is what they are looking for.

And boys, don't try me on:
I just want to respect myself.
'Cause if I cannot respect myself, how ever can I respect others?

8 Okt 2010

Another Intro from Kebo

Setelah dilihat-lihat, dirasakan, dan diujicobakan ;p ternyata banyak juga yang numpang lewat baca blog kami. (Huaaa.. Ge-eR^^)
Tapi saya GR bukan tanpa alasan, soalnya suka ada aja yang nanyain "Kebo ga nulis lagi?" atau "Ini teh kisah nyata ya?" atau "Kok isinya cinta-cintaan mulu?" Walaupun kesemuanya itu ga ditujukan lewat media yang tepat berupa comment pada setiap post yang kami buat.
I'ts okay though. We appereciate it. We're happy that someone is reading our blog. Walaupun cuma nyasar atau terpaksa karena kami sendiri yang minta kalian buat baca. Hihi^^

Anyway, sementara ngeliatin list labels yang angkanya terus bertambah, saya ngerasa kasian sama label 'dono-kasino-INTRO' karena cuma label ini yang postingannya ga nambah-nambah. Heu :D

Tulisan ini kemudian dibuat untuk ngasih 'penjelasan' (atau apapunlah namanya itu, karena kata penjelasan juga kurang tepat) buat pertanyaan temen-temen yang sering kami denger. Mungkin nanti versi 'penjelasan' Si Meong bakal ada juga. Well, here goes:

(1)
Q: Kenapa bikin blog berdua? Kenapa ga sendiri-sendiri aja?
A: Karena terdapat perbedaan tingkat kerajinan antara Kebo dan Meong. Karena Kebo cenderung anget-anget chicken poop dan inkonsisten dalam semangat menulis, sedangkan Meong lebih menggebu-gebu dan konsisten dalam passion-nya sebagai penulis. Dengan begitu, kalau suatu hari nanti semangat nge-blog Kebo mengempis, blog ini ga akan kosong dan Kebo ga akan nyampah di dunia maya karena buat blog yang ga di-update selama berabad-abad. Intinya, this blog will be saved in the hand of Meong. Quaiting!

(2)
Q: Gimana cara bedain tulisan Kebo dan Meong?
A: Seperti udah ditulis di blog description di widget sebelah kiri, Kebo dan Meong adalah dua individu berbeda dengan gaya menulis yang berbeda juga. Cara mengetahuinya, bacalah semua posting yang ada. Hehe^^. Cara yang lebih gampang, tinggal liat label di bawah setiap posting. Punya Kebo ditulis nama Kebo, punya Meong ditulis nama Meong. Postingan Meong itu diantaranya berlabel 'a story of meong friends', 'a story of pieces of my heart', 'just an opinion of meong', dsb. Postingan Kebo diantaranya berlabel 'cerita si Kebo', 'catatan kecil Kebo', dsb.

(3)
Q: Blog-nya ababil banget. Isinya kok cinta-cintaan melulu?
A: Thanks for the critics. Ini jawaban saya secara pribadi ya, Meong mungkin punya jawaban lain. Kenapa isinya cinta-cintaan mulu? Well, karena emang baru segitu kemampuan saya menulis. Inspirasi yang dipunya didapat dari pengalaman cinta-cintaan di masa ababil dulu. Tapi tapi tapi tapi, saya juga sebenernya udah nulis pengalaman yang ga berkaitan sama masalah cinta-cintaan. Kemaren-kemaren postingannya masih ditaro di label 'catatan kecil Kebo' sih. Sekarang, biar lebih keliatan Kebo pisahin di bawah label 'cas cis cus Kebo serius'. Enjoy.
Untuk menjawab kritik membangun itu juga, saya ga bakal hanya menulis cerita cinta, tapi juga mencoba menceritakan kembali buku yang pernah dibaca, menuliskan lirik lagu yang sedang digemari, atau menceritakan kesan terhadap film yang pernah ditonton.

Nah, baru segitu yang bisa Kebo jawab. Lain kali kalau ngasih pertanyaan atau kritik langsung di comment aja ya. Ga maksa kok, tapi harus. Hehe^^ .

Intinya, setiap comment akan nambah semangat kami untuk nulis lebih banyak dan lebih baik lagi.

Regards.

7 Okt 2010

Balada Cinta SMA :part 02

Beberapa bulan sebelum hari itu, tepatnya saat pengumuman hari kelulusan kami yang sengaja di setting oleh pihak sekolah dengan hanya menggundang orang tua murid dalam mengumumkan kelulusan putra-putrinya. Kami para siswa tidak diperkenankan masuk hari itu, mungkin untuk menghindari kemacetan dengan pawai-pawai bodoh kami, serta aksi coret-coret baju. Tapi bagaimanapun juga kami adalah remaja tanggung yang berada pada puncak mencari jatidiri dengan dipengaruhi emosi dan hormone yang tidak stabil, kita tetap berangkat ke sekolah dengan seragam putih abu-abu lengkap, ransel penuh dengan spidol permanen dan pilox. Kita berkumpul disuatu tempat dekat sekolah, bersembunyi ditempat yang tidak terjangkau oleh pengawas sekolah yang pada hari itu berpatroli disekitar sekolah. Saat setelah kami memperoleh kabar dari orang tua tentang kelulusan kami, yang tentu saja melalui bantuan tekhnologi yang bernama telepon genggam. Kami pun berosrak sorai atas kelulusan kami, yang saat ini aku berfikir itu adalah hal bodoh karena ada ujian lain setelah ini yang lebih patutu untuk dirayakan jika sudah usai. Hari itu aku belum melihat kamu, walupun semua geng kamu sedang berkumpul disekitarku, belum kulihat vespa unikmu hari ini. Tidak beberapa setelah kabar kelulusan kami itu, seragam sekolahku sudah penuh dengan tanda tangan teman-teman, mataku masih memandang ke segala arah mencarimu, bagai ada kembang api dihadapanku, bungah sekali hatiku saat mat ini menangkap sosokmu di kerumunan banyak orang. Wajahmu cerah dengan rambut jabrik, tas eiger serta syal biru muda penutup hidung. Kamu berjalan sambil memberi tos kepada siapa aja yg kamu lewati serta memberi tandatangan pada teman-teman yang meminta, saat kamu tiba ditempatku, kamu hanya berkata, “wah telat ya aku, seragam kamu sudah penuh dengan tanda tangan”. Aku yang selalu frizz jika berada didekatmu hanya tersenyum, dengan masih memegang spidol ditanganku. “enggak koq, kalau buat kamu pasti masih ada tempat, (dihatiku pun akan selalu ada tempat buatmu)” kuulurkan spidol yang tadi kupengang, lalu kuangkat kerah baju seragam sekolahku. Ya disitulah kamu menempatkan tandatanganmu.

What should I do? You are going far away My heart is filling with tears
Even though I try my best to hide it, I can’t This heart I couldn’t catch, what should I do?


Beberapa hari setelah kelulusan kami, diselenggarakanlah pesta prom di sebuah hotel bintang lima di salah satu kawasan elit kota kami. Beberapa hari terakhir menjelang ujian, dibagikanlah angket tentang pasangan terserasi, cowok idola, cewek idola dan masih banyak kategori. Tentu saja yang kupilih dia, semua pertanyaan angket yg berjenis kelamin pria, selalu kuisi dengan namanya.

Sebenarnya aku tidak terlalu tertarik mengikuti pesta prom, pasti disana berisi anak-anak popular dengan baju-baju yang lucu dan menarik, dan juga kamu pasti akan datang bersama pacar kamu. Pacar kamu itu adalah cewek terpopuler di angkatan kami, cantik, pintar, anggun, putih, baik, berambut panjang, dari keluarga berada, so perfect lah. Kamu dan dia jadian di awal kita kelas tiga, aku yang selalu mengagumimu sejak awal masuk hanya bisa senang hati saja melihatmu bahagia, saat itu aku berpendapat kamu layak mendapatkan yang terbaik, dan yang terbaik adalah dia. Sesuai dugaanku, kamu dating bersamanya, terpilih sebagai pasangan terserasi, akmu manggung dengan band kamu, ya seperti itulah malam prom kami. Di penghujung acara ada insiden yang mencengangkan seluruh siswa di angkatan kami, Dia pacar kamu itu, sedang dijemput seorang pria yang ternyata adalah tunangannya, pria yang dijodohkan orang tuanya, pria yang akan dinikahinya setelah dia lulus. What...aku yang mulanya merelakanmu untuk dia, sekarang berubah mengutuknya, sesaat setelah melihatmu terdiam terpaku di parkiran hotel setelah mengantar pacarmu ke mobil tunangannya. Bagai kisah Cinderella saja malam itu. tapi bedanya kalian sampai saat ini tidak bersatu kembali. Berdasarkan berita yang beredar setelah kejadian di malam prom, dia akhirnya menikah dengan pria yang telah dipilihkan orang tuanya, hamil, lalu melahirkan seorang anak lelaki. Sedangkan kamu sepertinya tidak menjalin hubungan percintaan lagi, kamu menjadi orang yang dingin, tidak percaya dengan happy ending story, kamu berubah 180 derajat. Dulu kamu adalah orang yang penuh cinta kasih, hangat, positif thinking, hanya karena dia kamu berubah seperti ini, please babe be strong, raise up….

Bening matamu Pancarkan kesedihan Tak pernah terlihat Selama ini

Senyum pedihmu Lukiskan air matamu Perihnya hatimu Menyentuh batinku